Harga Cabai Melambung, Dahlan Iskan Panggil Ahli

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan prihatin atas mahalnya harga cabai rawit yang tembus hingga Rp 100.000/kg. Untuk mengetahui penyebab masalah tersebut, Dahlan lantas mengundang dua ahlli cabai dari Institut Pertanian Bogor pada Selasa, 16 Juli 2013, ke kantornya.

"Saya mau belajar tentang cabe, karena agak memalukan cabai bisa menyebabkan inflasi. Makanya saya bertanya ke mereka bagaimana cara atasi harga cabai yang lagi naik itu,"ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Selasa, 16 Juli 2013.

Dalam pertemuan tersebut, Dahlan ingin mengetahui siklus pasti kapan harga cabai mulai melonjak. Apabila memungkinkan, katanya lagi, BUMN dapat ikut andil untuk mengatasi permasalahannya."Kalau perlu BUMN turun,"ujarnya.

Dahlan menjelaskan, beberapa solusi yang ditawarkan oleh dua ahli itu yakni penggunaan teknologi untuk menjaga kualitas cabai dan menggunakan lahan milik BUMN untuk dipakai menanam cabai saat prroduksi tengah menurun.

Untuk menanam di lahan milik perusahaan pelat merah setidaknya 1000 hektare lahan dibutuhkan guna menutupi produksi cabai yang rendah di bulan Januari-Februari dan Juni-Juli. Menurut ahli tersebut, produksi cabai Indonesia mencapai 1,4 juta ton per tahun sementara kebutuhan mencapai 1,2 juta ton.

Sayangnya, usul tersebut dianggap Dahlan sulit untuk bisa terealisasi."Terlalu besar, kalau 100 hektare muungkin bisa,"katanya.

Atas usulan tersebut, pihaknya menyatakan akan mempelajari lebih dalam lagi. "Kita studi lebih lanjut dulu,"katanya.

Sebelumnya, bekas Direktur Utama PLN ini mengatakan tengah mempertimbangkan perusahaan BUMN untuk ikut menanam cabai."Kalau tiap bulan harga cabai mahal, saya mau gerakan BUMN. Bisa PTPN bisa juga RNI," katanya.

RIRIN AGUSTIA

Berita Terpopler

Soal Jokowi, Prabowo: Saya yang Bawa Dia dari Solo

Ahok: Pasar Tanah Abang Bukan Punya Emak Mereka

Demi Anak, Perempuan Ini Berenang Sampai Mati

Sutradara Despicable Me Ternyata Anak N.H. Dini

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...