Harga cpo di Jambi melonjak, dekati angka Rp14.000/kilogram

·Bacaan 1 menit

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Jambi pada periode 5-11 November 2021 naik signifikan sebesar Rp358 dari harga Rp13.582 menjadi Rp13.940 per kilogram bandingkan periode sebelumnya.

Hasil yang ditetapkan tim perumus untuk harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit juga naik sebesar Rp81 dari Rp2.489 menjadi Rp2.570 per kilogram, sedangkan inti sawit pada periode kali ini juga naik sebesar Rp80 dari Rp9.663 jadi Rp9.743 per kilogram, kata Panitia Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Jambi, Putri Rainun, melalui keterangan tertulis yang diterima, di Jambi, Sabtu.

Untuk harga CPO, TBS, dan inti sawit pada beberapa periode terakhir ini terus mengalami kenaikan berdasarkan hasil keputusan dari kesepakatan tim perumus harga CPO di Jambi bersama para petani, perusahaan perkebunan sawit, serta pihak terkait.

Baca juga: IHSG diprediksi menguat terbatas, pasar pantau pergerakan harga CPO

Berikut selengkapnya harga TBS untuk usia tanam tiga tahun yang ditetapkan untuk periode kali ini adalah Rp2.570 per kilogram, usia tanam 4 tahun Rp2.737 per kilogram, usia tanam 5 tahun Rp2.864 per kilogram, usia tanam 6 tahun Rp2.984 per kilogram, dan usia tanam 7 tahun Rp3.059 per kilogram.

Kemudian untuk usia tanam 8 tahun senilai Rp3.124 per kilogram, usia tanam 9 tahun Rp3.186 per kilogram, usia tanam 10 sampai dengan 20 tahun Rp3.283 per kilogram, usia 21 hingga 24 tahun Rp3.183 per kilogram dan di atas 25 tahun Rp2.036 per kilogram.

Penetapan harga CPO, TBS, dan inti sawit, merupakan kesepakatan tim perumus dalam satu rapat dihadiri para pengusaha, koperasi, dan kelompok tani sawit setempat dan berdasarkan peraturan menteri pertanian dan peraturan gubernur.

Baca juga: Harga CPO tinggi, sejumlah petani batal ikuti program peremajaan sawit

Baca juga: Kemendag: Harga referensi CPO dan biji kakao Oktober 2021 naik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel