Harga CPO Turun, BPS Yakin Inflasi di Bawah 1%

Liputan6.com, Jakarta : Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui laju inflasi pada Januari 2013 akan sangat dipengaruhi harga komoditas seperti bawang merah, tomat, cabai merah dan lainnya. Namun inflasi sedikit tertolong dengan pelemahan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

"Seberapa besar dia menyumbangkan terhadap inflasi, tergantung dari persediaan bulan yang kemarin juga. Itu juga berpengaruh, kalau dia kemarin masih banyak ya itu mungkin gak terlalu berpengaruh juga. Makanya nanti kita lihat hasilnya, kan ini baru tangal pertengahan bulan," ujar Kepala BPS, Suryamin, di Jakarta, Kamis (17/1/2013).

Suryamin meminta harga komoditas pertanian yang menjadi kebutuhan pokok itu harus terus dalam pemantauan. Tidak hanya saat ini, tetapi dalam beberapa bulan ke depan. Pemantauan juga terkait dengan jalur distribusi kebutuhan pangan tersebut.

Dia memperkirakan kondisi pada Januari tahun ini akan sama seperti sebelumnya. Sehingga kondisi inflasi juga tidak jauh berbeda.

Direktur Statistik Harga BPS, Sasmito Hadi Wibowo, menambahkan sejumlah komoditas memang menunjukan kenaikan harga namun sebagian lagi justru menurun. Penurunan itu membuat adanya penyeimbang dalam laju inflasi Januari ini.

Komoditas pertanian yang diketahui mengalami penurunan harga adalah CPO. Produk ini tercatat memiliki  pasokan melimpah.

"Sehingga harga minyak goreng turun, itu yang membuat ada pengimbang ada komoditas yang negatif inflasinya. tapi yang memang selalu berat karena faktor musim cabai merah, bawang merah, bawang putih, ikan, beras sedikit naik, tapi kata bulog stok cukup," ujar Sasmito.

Lebih lanjut dia memperkirakan kondisi inflasi Januari sedikit lebih aman. Dengan perkiraan inflasi akan berada di kisaran di bawah 1%. "Daging sapi yang mencukupi, CPO yang turun harganya itu salah satu penyebab inflasinya aman di bawah 1%, kecuali tergantung pola konsumsi kita yang biasanya di minggu ke-4 agak tinggi terutama  karyawan swasta sudah gajian," jelas dia. (Nur/Shd)