Harga Daging Ayam Naik Picu Inflasi di Jember

Fikri Halim
·Bacaan 2 menit

VIVAHarga daging ayam naik menjadi pemicu inflasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada November 2020. Laju inflasi di kabupaten setempat sebesar 0,44 persen.

"Kabupaten Jember mengalami Inflasi sebesar 0,44 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 107,85 persen," kata Kepala Badan Pusat (BPS) Jember Arif Joko Sutejo, Rabu, 2 November 2020.

Baca juga: Cara Partai Demokrat Menangkan Pilbup Tanah Datar 9 Desember

Menurutnya, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Jember adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, pisang, pemeliharaan/service, cabai merah, bawang putih, minyak goreng, bawang merah, dan jeruk.

"Daging ayam ras dan telur ayam ras menjadi penyumbang inflasi tertinggi karena permintaan masyarakat terhadap dua komoditas itu meningkat pada November 2020 seiring dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan resepsi pernikahan," kata dia.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah emas perhiasan, gula pasir, angkutan udara, beras, mukena, bayam, kentang, daging sapi, ikan tongkol/ikan ambu ambu, dan sandal kulit pria.

"Emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi terbesar karena faktor turunnya harga emas tiga bulan terakhir cenderung turun setelah harga emas mencapai harga tertinggi akibat masa krisis ekonomi dunia akibat pandemi COVID-19," katanya.

Ia menjelaskan, laju inflasi tahun kalender dan laju inflasi year-on-year Kabupaten Jember di bulan November 2020 masing-masing mengalami inflasi sebesar 1,71 persen dan sebesar 2,20 persen.

"Angka inflasi tahun kalender November 2020 sebesar 1,71 persen lebih tinggi dibanding inflasi tahun kalender 2019 sebesar 1,49 persen dan inflasi year-on year November 2020 sebesar 2,20 persen lebih tinggi bila dibanding dengan November 2019 sebesar 1,98 persen," tuturnya.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, lanjut dia, delapan kelompok pengeluaran mengalami inflasi, satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

"Dua kelompok pengeluaran yang stabil yakni kelompok kesehatan dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan," katanya.

Arif menjelaskan, inflasi November 2020 pada delapan kota IHK di Jawa Timur tercatat semua kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,82 persen, diikuti oleh Kabupaten Jember dan Kota Kediri masing masing inflasi sebesar 0,44 persen.

Kemudian Kota Probolinggo dan Kota Madiun masing-masing inflasi sebesar 0,41 persen, Kota Malang inflasi sebesar 0,31 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Banyuwangi dan Kota Surabaya masing-masing inflasi sebesar 0,20 persen, sedangkan Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,26 persen. (Ant)