Harga daging sapi di dua pasar Jakbar tetap Rp140-150 ribu per kg

Harga daging sapi per kilogram di Pasar Slipi dan Tomang Barat, Jakarta Barat (Jakbar) tetap Rp140-150 ribu per kilogram (kg).

"Belum turun nih dari Idul Adha, masih Rp150.000 sampai Rp140.000 per kilogram. Tidak ada yang berubah," kata salah satu pedagang daging sapi di Pasar Slipi, Jakarta Barat, Ade saat dihubungi di Jakarta Barat, Kamis.

Kondisi itu cukup menyiksa Ade lantaran merasa kesulitan menjual dengan harga tersebut .

Bahkan karena kondisi itu, Ade tidak berjualan daging sejak beberapa hari terakhir.

"Saya libur dulu akhirnya. Orang saya jual sehari cuma laku satu kilo," kata dia.

Baca juga: Harga daging sapi di Pasar Slipi masih Rp150 ribu per kilogram

Ade pun tidak mengetahui penyebab utama naiknya harga daging.

Namun yang pasti biasanya harga daging kembali turun beberapa hari setelah hari raya.

Tidak hanya Ade, pedagang daging sapi lainnya di Pasar Tomang Barat, Jay juga merasakan hal yang sama.

Sepinya pembeli membuat dirinya harus bertahan berdagang dengan pemasukan yang minim.

Dia menduga hal tersebut dikarenakan mayoritas warga masih memiliki stok daging daging kurban.

Baca juga: Pedagang daging sapi di Jakarta Barat keluhkan harga belum normal

"Orang jadi malas ke sini karena masih punya daging," kata dia.

Dia berharap situasi jual beli daging sapi di pasar bisa kembali seperti semula sehingga dirinya bisa mendapatkan penghasilan yang normal.

"Semoga harga per kilogramnya turun dan situasi bisa normal kembali," jelas dia.

Keduanya menyebut, harga daging normal di pasar tersebut Rp120 ribu per kg dan harga ini terjadi sebelum Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

"Setelah Hari Raya Idul Fitri sampai Idul Adha, harga naik Rp140-150 ribu per kg," kata Jay.

Baca juga: Dharma Jaya berupaya sesuaikan harga daging saat lebaran

Keduanya membenarkan bahwa harga tinggi itu sudah diperoleh sejak daging sapi dipasok dari rumah potong hewan (RPH).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel