Harga Daging Sapi Tembus Rp 150 Ribu per Kg Jelang Lebaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mencatat harga komoditas daging sapi segar dan ayam meroket jelang Lebaran 2021. Kenaikan ini umumnya terjadi seiring dengan permintaan yang juga meningkat.

Sekretaris Jenderal APPSI, Ngadiran mengatakan, untuk harga daging sapi segar saat ini berada di kisaran Rp140.000 - Rp150.000 per kilogram (kg). Angka ini meningkat tajam, dari harga normal daging sapi yang rata-rata hanya Rp105.000 - Rp110.000.

Sementara untuk harga daging ayam H-1 Lebaran ini mencapai sebesar Rp40.000 - Rp44.000 per kg. Padahal harga rata-rata normalnya hanya dikisaran Rp30.000 - Rp32.000 per kg.

Jika merujuk pada Info Pangan Jakarta, harga daging sapi murni per hari ini atau 12 Mei 2021 sebesar Rp145.641 per kg. Sedangkan untuk harga daging ayam broiler/ras sebesar Rp54.378 per kg.

"Untuk daging frozen sesuai Harge Eceran Tertinggi (HET) Rp85.000 - Rp95.000 per kg," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (12/5/2021).

Dia menduga penyebab kenaikan harga daging sapi ini tidak hanya karena permintaan di tingkat masyarakat yang tinggi. Akan tetapi ada pengaturan harga di tingkat pedagang kecil yang dilakukan oleh para peternak besar atau para importir.

"Pedagang diatur oleh pemilik komiditi pertenak besar atau importinya," dugaannya.

Ngadiran mengatakan, selama ini yang mendapatkan izin impor sapi-sapi itu pengusaha besar saja. Sehingga pedagang kecil sangat bergantung kepada siapa pemiliknya.

"Sejauh mana peran pemberi izin impor bisa dilakukan beranikah (pemerintah) ambil ketegasan kepadanya?," tegasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

KPPU: Harga Daging Sapi Meroket hingga Rp 140 Ribu per Kg Jelang Lebaran

Penjual daging menunggu pembeli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (8/4/2021). Pemerintah melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, pihaknya siap melakukan intervensi jika stok daging langka dan terdapat lonjakan harga pada bulan Ramadan. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Penjual daging menunggu pembeli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (8/4/2021). Pemerintah melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, pihaknya siap melakukan intervensi jika stok daging langka dan terdapat lonjakan harga pada bulan Ramadan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengaku telah memantau perkembangan harga pangan jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Hasilnya, hanya harga daging sapi yang mengalami kenaikan. Sementara komoditas lainnya dalam posisi stabil.

"Kami sampaikan pantauan harga menjelang lebaran dari akhir April sampai awal Mei, alhamdulillah beberapa komoditi stabil. Cuman harga daging sapi relatif tinggi, jadi belum kembali ke level semula," ungkap Deputi bidang Kajian dan Advokasi KPPUTaufik Ariyanto dalam konferensi pers virtual terkait Hasil Pantauan KPPU atas Komoditas Pangan Menjelang Lebaran, Kamis, 6 Mei 2021.

Taufik menyebut, saat ini, harga daging sapi segar di sejumlah wilayah Indonesia terhitung mahal. Yakni mencapai Rp130.000-Rp140.000 per kilogram.

"Jadi, cuma daging sapi yang sifatnya cenderung stabil di level yang tinggi Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram," tekannya.

Sedangkan sejumlah komoditas lainnya yang sempat mengalami kenaikan harga di awal Ramadan lalu kini telah mengalami penurunan mendekati level stabil. "Seperti cabai, daging ayam yang sebelumnya naik dan beberapa komoditas sudah relatif stabil," terangnya.

Oleh karena itu, dia meminta stakeholders terkait untuk segera merespon kenaikan harga daging sapi jelang lebaran. Menyusul tingginya kenaikan harga komoditas sumber protein hewani tersebut di sejumlah wilayah.

"Ini menjadi PR selanjutnya buat pengambil kebijakan untuk menyikapi gejolak harga daging sapi yang belum kembali ke level harga normal," tekannya.

Sulaeman

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

vidio:DE LIPUT: Liburan saat Libur Lebaran Menyeramkan