Harga Daging Tinggi, Pemerintah Tinjau Harga Sapi

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta -Harga daging sapi di tingkat konsumen yang bertahan tinggi membuat pemerintah mulai memperhitungkan harga sapi di tingkat peternak. Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah sedang membahas harga ideal sapi hidup per kilogram.

"Sekarang dengan Rp 36.000 per kilogram bobot hidup rasanya terlalu tinggi. Kami sedang hitung agar bagi konsumen juga tidak terlalu berat, sudah ada diskusi dengan SMD (sarjana masuk desa)," kata Suswono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 3 Juni 2013.

Suswono mencontohkan di Nusa Tenggara Timur, peternak mendapatkan harga Rp 24.000 per kilogram bobot hidup sapi. Dengan tingkat harga ini, Suswono menyatakan peternak sudah mendapatkan keuntungan. "Asal jangan sampai Rp 16.000 per kilogram (bobot hidup), peternak bisa menjerit," katanya.

Selain menghitung harga ideal sapi dari peternak, pemerintah juga akan menambah impor daging, salah satunya lewat Perum Bulog. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan Perum Bulog akan melakukan impor dalam bentuk karkas.

Syukur menambahkan untuk pelaksanaan impor ini Bulog harus mendapat penugasan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setelah itu Bulog akan menjadi Importir Terdaftar di Kementerian Perdagangan.

Setelah perizinan-perizinan ini, barulah Bulog mengajukan usulan impor jenis karkas ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan rekomendasi pemasukan. Nantinya Bulog akan melakukan operasi pasar agar harga daging sapi yang saat ini masih berada di kisaran Rp 90.000 per kilogram bisa turun ke kisaran Rp 76.000 per kilogram hingga Rp 80.000 per kilogram.

"Tetapi operasi pasar oleh Bulog ini hanya untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya saja," kata Suswono ketika ditemui di tempat yang sama.

Selain menambah pasokan daging lewat operasi pasar oleh Bulog, pemerintah juga mempercepat masuknya sapi bakalan untuk menjamin pasokan daging sapi di dalam negeri. Syukur mengatakan sapi bakalan yang seharusnya masuk pada Juli, Agustus dan September akan diimpor mulai Juni hingga Agustus.

Pada 2013, pemerintah mengizinkan impor sapi bakalan setara 48.000 ton daging yang kuota impornya dibagi 12.000 ton per kuartal. Dengan percepatan impor sapi bakalan yang akan digemukkan dalam waktu 2 bulan hingga 3 bulan, maka menjelang Hari Raya Idul Fitri akan terdapat tambahan pasokan 8.000 ton daging dari sapi bakalan impor. Selain itu juga tambahan pasokan daging dari impor karkas oleh Bulog.

"Untuk daging beku juga ada usulan dari Kementerian Perdagangan agar dipercepat pemasukannya, tetapi kami masih bahas," kata Syukur.

BERNADETTE CHRISTINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler