Harga Durian Jumbo Dipatok Rp 750.000

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Sangat besar, itulah yang banyak diungkapkan oleh masyarakat yang melihat sebuah durian lokal milik Angga Tri Nugroho (42), saat berada di komplek perayaan Festival Durian yang digelar di lapangan Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Durian lokal tersebut memiliki berat 16 kilogram, bulatan 98 sentimeter dan tinggi 35 sentimeter, merupakan buah pertama dari pohon bibit unggul yang saat ini setinggi lima meter dan ditanam Angga di pekarangan rumahnya enam tahun lalu.

Warga Dusun Mantenan, Desa Giyanti, Kecamatan Candimulyo ini mengungkapkan, dari satu pohon tersebut, banyak buah durian yang ukurannya cukup besar yakni ada empat buah yang memiliki berat 10 kilogram, selebihnya rata-rata satu hingga tiga kilogram. Namun buah yang memiliki seberat 16 kilogram hanya terdapat satu buah.

Angga mengaku sejak berbunga, dirinya tidak memberikan asupan khusus pada pohon durian miliknya. Melainkan ia hanya sekadar membersihkan tanaman yang tumbuh di sekitar pepohonan.

Untuk harga, Angga mematok durian seberat 16 kilogram miliknya tersebut seharga Rp 750.000. selama ini, banyak yang sudah menawar seharga Rp 500.000 namun ia tolak. Ia beralasan bahwa buah pertama tersebut ingin ia jadikan kenang-kenangan di kemudian hari. Kalau untuk durian yang seberat 10 kilogram, ia mematok harga Rp 125.000.

“Ini buah pertama yang sangat besar, jadi saya tidak ingin harganya diturunkan, soalnya untuk kenang-kenangan nantinya,” ujarnya, Jumat (1/3/2013), sambil menyebutkan bahwa dua hari lagi buah durian ini sudah matang.

Durian tersebut, rencananya tidak ingin ia ikutkan dalam lomba festival durian yang rencananya akan dibuka oleh Bupati Magelang Singgih Sanyoto pada hari ini, Sabtu (2/3/2013). Sebab dalam perlombaan tersebut yang masuk kriteria bukan sekadar besarnya saja.

“Yang saya ikutkan ya yang seberat tiga kilogram saja yang bentuknya bagus,” ujarnya.

Ketua Panitia Festival Durian dan Buah Eksotik, Supangat mengatakan, dalam festival yang digelar mulai 1-3 Maret ini diikuti para petani dan sebanyak 38 varietas durian yang tumbuh di Candimulyo. Masing-masing akan dinilai sesuai kriteria yang ditentukan, apabila menjadi juara maka sang juara berhak membranding durian miliknya.

“Kriterianya ada lima yaitu bentuk buah, ketebalan daging, tekstur, rasa, dan warna,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk rasa, durian yang memenuhi kriteria adalah manis pahit, warnanya kuning seperti mentega, ketebalan dagingnya bisa maksimal, dan tekstur dagingnya juga kesat. Sedangkan dewan juri antaralain dari Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan, Badan plaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, dan sejumlah maniak durian.

Supangat mengatakan, selain durian, dalam festival ini juga digelar berbagai festival buah-buahan eksotik seperti duku, pete, manggis, dan lain-lain yang berpotensi tumbuh di sekitar Kecamatan Candimulyo.

Penanggungjawab Festival Durian dan Buah Eksotik, Surajiman, mengatakan, tahun ini adalah tahun kedua penyelenggaraan festival. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis durian lokal. Sehingga di kemudian hari akan dilakukan registrasi jenis-jenisnya dengan target kawasan Candimulyo ini akan dijadikan centra durian.

Tujuan lain, lanjutnya, untuk mencari varietas lain selain jenis Candy yang memang tumbuh di Candimulyo. Sebab, dari hasil penyelenggaraan festival tahun lalu, ternyata banyak varietas durian yang lebih unggul dibanding jenis Candy.

“Jadi nanti yang juara selain berhak memperoleh hadiah utama berupa uang Rp 1 juta, juga berhak menentukan nama sendiri duriannya untuk dijadikan branding. Itu bisa nama desa, nama dusun dan lain-lain terserah pemiliknya,” katanya.

Di Kecamatan Candimulyo, terdapat sebanyak 19 desa dan terdapat sekitar 1.500 orang yang memiliki pohon durian. (M Nur Huda)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.