Harga Elpiji Batal Naik, Ini Alasan Pertamina

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), Hanung Budya, menyatakan pemerintah memutuskan untuk menunda kenaikan harga LPG kemasan 12 kilogram karena sedang mempersiapkan pola distribusi yang baru. "Bukan batal, tapi diundur," ujarnya di kantor Bareskrim Polri hari ini, Senin 22 April 2013.

Menurut Hanung, pemerintah akan menerapkan pola distribusi baru dengan menaikkan beban ongkos kirim LPG kepada konsumen yang dianggap mampu. Maksudnya, kepada para pelaku usaha industri restoran dan kafe. Hal ini terkait dengan temuan Badan Pemerika Keuangan mengenai praktik kartel oleh para pelaku usaha tersebut. "Jelas ini tidak benar," ujarnya.

Hanung memaparkan, banyak sekali pelaku usaha yang melakukan praktik kartel tabung gas LPG 12 kilogram. Hal ini harus ditindaklanjuti karena Pertamina mesti menanggung kerugian sebesar US$ 540 juta untuk tabung gas nonsubsidi.

"Harusnya kerugian ini tidak perlu terjadi jika pendistribusian tabung gas LPG 12 kilogram tepat guna. Pihak Pertamina dan pemerintah akan mengadakan koreksi mengenai hal tersebut. "Harusnya pelaku usaha menggunakan tabung gas nonsubsidi," katanya.

Sebelumnya, Minggu sore lalu Pertamina mengumumkan kenaikan tabung gas LPG subsidi 12 kilogram sebesar Rp 12-20 ribu per tabung. TIba-tiba menjelang tengah malam, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral meminta agar Pertamina menunda kenaikan tersebut sehingga kenaikan harga otomatis batal.

AMRI MAHBUB

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...