Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp 15.000 per Gram pada 9 Januari 2021

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Antam atau emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 15.000 menjadi Rp 954 ribu per gram, pada Sabtu, 9 Januari 2021. Kemarin, harga emas Antam dipatok Rp 969 ribu per gram.

Adapun harga buyback emas Antam susut Rp 3.000 menjadi Rp 838 ribu per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 838 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.890.000, kemudian untuk ukuran 20 gram dijual Rp 19.140.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.32 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Antam menegaskan jika emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat LBMA (London Bullion Market Association).

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 527.000

* Pecahan 1 gram Rp 954.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.848.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.747.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.545.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.035.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.462.000

* Pecahan 50 gram Rp 44.845.000

* Pecahan 100 gram Rp 89.612.000

* Pecahan 250 gram Rp 223.765.000

* Pecahan 500 gram Rp 447.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 894.600.000.

Harga Emas Turun 4 Persen, Terburuk Sejak November 2020

Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, (23/7/2020). Usai cetak rekor ke posisi termahalnya di Rp 982 ribu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Emas Antam) kembali turun Rp 5.000 menjadi Rp 977 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, (23/7/2020). Usai cetak rekor ke posisi termahalnya di Rp 982 ribu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Emas Antam) kembali turun Rp 5.000 menjadi Rp 977 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas merosot lebih dari 4 persen pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta) dan perak diikuti dengan penurunan hampir 10 persen karena prospek transisi kekuasaan yang mulus di Washington, Amerika Serikat (AS) dan lonjakan imbal hasil Treasury AS menghantam kompleks yang berharga itu.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (9/1/2021), harga emas di pasar spot turun menjadi USD 1.828,36, di mana penurunan terakhir sebesar 3,6 persen pada USD level 1.843,06 per ounce. Penurunan harga emas ini menjadi minggu terburuk sejak November 2020.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 4,1 persen menjadi USD 1.835,40.

"Harga emas mengalami pergeseran fundamental yang besar bagi banyak investor dan mereka mulai meninggalkan perdagangan safe haven," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Anda mungkin akan melihat bahwa pasar Treasury melihat aliran yang kuat dan itu menghilangkan beberapa daya tarik dari emas," lanjut dia.

Kontrol Demokrat terhadap Senat AS telah menaikkan taruhan untuk stimulus yang besar, mengangkat imbal hasil obligasi 10 tahun ke level tertinggi sejak Maret.

Sejak Presiden AS Donald Trump telah menyetujui transisi kekuasaan yang teratur, ada beberapa aksi ambil untung sementara, kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

"Setelah emas menembus di bawah USD 1.900, beberapa pedagang momentum terus mengeksekusi perintah jual," ungkp dia.

Sementara emas secara umum dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas, terutama tahun lalu, yang telah berubah karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan bunga.

"Kami akan melihat lebih banyak stimulus dan pada akhirnya menaikkan suku bunga," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Beberapa analis juga mengatakan beberapa investor juga dapat mengalihkan dananya ke Bitcoin, yang telah memperpanjang reli yang meroket.

Selain harga emas, harga perak turun 7,3 persen menjadi USD 25,14 per ounce, setelah jatuh sebanyak 9,8 persen. Sementara paladium turun 2,6 persen menjadi USD 2.356,23 per ounce. Kedua logam tersebut menghadapi minggu terburuk sejak November.

Harga platinum merosot 5 persen menjadi USD 1.060,87, di mana pada perdagangan sebelumnya telah turun 6,2 persen.

Harga Emas Bakal Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Ini Penyebabnya

Petugas menunjukkan imitasi emas di Unit Bisnis Logam Mulia PT. Antam di Jakarta, Kamis (7/10). Harga emas sempat mencatat rekor baru di 1.356,50 dolar AS per ons.(Antara)
Petugas menunjukkan imitasi emas di Unit Bisnis Logam Mulia PT. Antam di Jakarta, Kamis (7/10). Harga emas sempat mencatat rekor baru di 1.356,50 dolar AS per ons.(Antara)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2021 akan mendorong kenaikan harga emas. Harga emas diprediksi akan mencapai level tertingginya pada kuartal I 2021, yaitu USD 2.045 per troy ounce (toz).

Pada kuartal I ini, katanya, AS akan mengeluarkan banyak kebijakan yang kemungkinan membawa indeks dolar melemah dan harga emas mengalami kenaikan.

"Penurunan besar indeks dolar AS akan terjadi ke 87, saat itu lah emas menyentuh level USD 2.045 per troy ounce. Kalau tidak, emas akan susah mencapai level tersebut, di angka USD 2.000 per troy ounce sudah cukup bagus," jelas Ibrahim saat dihubungi Liputan6.com pada Jumat (8/1/2021).

Kenaikan harga emas tidak akan berlangsung lama. Fluktuasi akan mencapai level terendah pada kuartal III 2021 dengan harga USD 1.600 per troy ounce. Hal ini disebabkan vaksinasi sudah merata, dan masyarakat sudah mulai bekerja seperti biasa.

Perekonomian sudah mulai menggeliat, lalu pilihan investasi pun akan beralih ke saham dan obligasi.

"Jika vaksinasi sudah berjalan dengan baik, maka perekonomian akan turut membaik," tutur Ibrahim.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: