Harga Emas Bukukan Kenaikan Mingguan Kedua karena Risiko Inflasi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas naik pada Jumat ini sehingga membukukan kenaikan mingguan kedua berurut-turut. Kenaikan harga emas ini karena dorongan inflasi dan juga risiko geopolitik yang mendukung daya tarik instrumen safe haven.

Di sisi lain harga paladium menuju penguatan terbaik sejak Maret karena permintaan yang kuat.

Mengutip CNBC, Sabtu (22/1/2022), harga emas dunia di pasar Spot turun tipis 0,1 persen menjadi USD 1.836,60 per ons pada 10:17 ET. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,2 persen menjadi USD 1.839,20 per ons.

Harga perak turun 0,2 persen menjadi USD 24,38 per ons tetapi ditetapkan sebagai kenaikan harga mingguan terbaiknya dalam setahun dengan menguat sekitar 6,3 persen.

"Pelaku pasar terus melakukan aksi beli. Ada pelarian ke pasar emas minggu ini," kata analis senior RJO Futures Bob Haberkorn.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rapat The Fed

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Fokus pelaku pasar saat ini bergeser ke pertemuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) yang akan berlangsung pada 25-26 Januari. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan the Fed akan memperketat kebijakan pada kecepatan tinggi dari yang diperkirakan sebulan lalu untuk menjinakkan inflasi.

Harga emas naik naik sekitar 1 persen minggu ini, karena investor mencari perlindungan dari kekhawatiran tentang kemungkinan perpanjangan sanksi AS atau langkah-langkah baru UE jika Rusia, produsen paladium utama, menyerang Ukraina.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel