Harga Emas Diprediksi Bisa Tembus USD 2.100, Apa Sentimennya?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gerak harga emas dan perak di 2021 membuat pelaku pasar kecewa. Di 2022 ini, pelaku pasar berharap harga emas dan perak bisa kembali berjaya.

Mengutip Kitco, Senin (10/1/2022), harga emas di 2021 turun 3,6 persen dan membukukan penurunan tahunan terbesar sejak 2025. Sedangkan harga perak turun 11,5 persen di 2021 dan merupakan penurunan terbesar sejak 2014.

Kedua logam mulai tersebut gagal mendapatkan daya tarik sepanjang tahun lalu meskipun dalam narasi inflasi diperkirakan bakal melonjak didorong oleh pemulihan ekonomi yang kuat dan pandangan The Federal Reserve yang lebih agresif.

Investor ritel berharap bahwa tren bearish harga emas telah mencapai puncaknya. Hal tersebut terlihat dari hasil survei Kitco menunjukkan bahwa sebagian belaku pasar melihat bahwa emas dan perak sebagai dua pilihan teratas untuk investasi di 2022.

Dari 1.569 responden, sebanyak 32,7 persen memilih emas sebagai yang berkinerja terbaik untuk 2022. Sementara 32,1 persen lainnya memilih perak. Logam ketiga yang paling disukai untuk tahun depan adalah tembaga, dengan 12,9 persen.

Sedangkan para analis mengatakan kepada Kitco bahwa emas berada dalam posisi yang baik untuk reli seiring dengan kenaikan suku bunga. Sementara perak memiliki peluang untuk mengejar setelah tertinggal dari emas selama berbulan-bulan.

“Setelah menghadapi banyak hambatan di 2021, kami percaya jalur emas yang lebih tinggi terlihat lebih jelas pada 2022," kata Wells Fargo dalam catatannya.

"Meskipun kami optimis bahwa logam mulia akhirnya bisa bergerak lebih tinggi pada 2022, tren harga yang lebih kuat mungkin membutuhkan waktu, yang mendorong kami untuk menurunkan kisaran target akhir tahun 2022 menjadi USD 2.000 - USD 2.100."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sentimen

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Bloomberg Intelligence melihat emas mengungguli logam lain pada 2022. "Menjadi pertanyaan, adakah sentimen atau komoditas lain yang bisa menghentikan emas di 2022," kata analis senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone.

Sejak akhir 2007, kenaikan harga emas sekitar 115 persen. Ini memiliki dasar dari pasokan mata uang yang tidak terbatas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel