Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2021: Global Naik, Antam Anjlok

·Bacaan 1 menit

VIVAHarga emas internasional dibuka naik tipis pada perdagangan Jumat pagi. Emas sempat terpuruk minggu ini setelah adanya kekhawatiran terhadap kebijakan moneter bank sentral AS yang menciptakan kenaikan pada dolar.

Dilansir dari CNBC pada Jumat 18 Juni 2021, harga emas di pasar spot naik tipis sebesar 0,3 persen ke level US$1.779,11 per ons. Sedangkan, emas berjangka AS naik sebesar 0,2 persen ke level US$1.779 per ons.

Adapun untuk indeks dolar yang mengukur terhadap sejumlah mata asing dunia tercatat mencapai level tertingginya dalam dua bulan. Sehingga, dolar masih membuat emas lebih mahal pagi pemegang mata uang asing selain dolar.

Sementara itu, Pejabat Fed telah mulai mengirim telegram keluar dari kebijakan moneter longgar bank sentral. Sehingga, Suku bunga yang lebih tinggi akan menumpulkan daya tarik emas.

Harga Emas Domestik

Sementara itu, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dibanderol seharga Rp920 ribu per gram. Harga tersebut turun signifikan sebesar Rp8.000 per gram dibandingkan perdagangan kemarin.

Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam ditetapkan seharga Rp822 ribu per gram. Harga itu turun Rp11.000 per gram dari perdagangan kemarin.

Adapun harga emas berdasarkan ukuran, yakni lima gram dijual Rp4,37 juta, 10 gram Rp8,69 juta, 25 gram Rp21,61 juta, dan 50 gram Rp43,14 juta.

Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp86,21 juta, 250 gram Rp215,26 juta dan emas 500 gram Rp430,32 juta.

Selanjutnya, untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang dijual Antam pada hari ini, yaitu 0,5 gram dibanderol Rp510 ribu dan 1.000 gram senilai Rp860,6 juta.

Antam mencatat untuk ukuran emas 0,5 gram dan 250 gram pada hari ini tidak tersedia di butik logam mulia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel