Harga Emas Lanjutkan Pelemahannya di Pekan Ini

Liputan6.com, Jakarta : Harga emas, minyak, komoditi logam industri, pangan, Wall Street dan tentunya mata uang utama semua melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu.

Menurut Analis Megagrowth Futures Wahyu Tri Laksono, faktor fundamental yang mempengaruhinya masih terkait Sidang Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang menegaskan peluang pengurangan stimulus moneter secara bertahap dan bisa berakhir d 2014.

Ancaman stimulus tersebut juga bisa mempengaruhi stabilitas pasar finansial emerging market dan China. Apalagi China masih terancam pelemahan ekonomi, dengan data-data ekonomi belakangan juga kurang memuaskan terakhir data HSBC manufaktur PMI yang turun ke 48,3 dari dugaan 49,4 dan data sebelumnya 49,2, masih kontraksi.

Setelah gagal ditutup di atas US$ 1.400 per ounce selama empat pekan berturut-turut, yang merupakan sinyal bearish di minggu lalu, emas makin terpuruk.

Emas terus anjlok menembus level US$ 1.300 per ounce.

Dikatakan jauh sebelumnya, lanjut Wahyu, indikasi bullish jangka pendek adalah kemampuan emas bertahan di atas US$ 1.400 per ounce secara mingguan dan resisten terdekat adalah US$ 1.425 per ounce.

Jika emas kembali menembus level US$ 1.446 per ounce, sepertinya rebound bisa berlanjut mendekati level US$ 1.490- US$ 1.500. Support terdekat adalah US$ 1.373 per ounce dan US$ 1.354 per ounce. Tembusan ke bawah US$ 1.338 per ounce akan memicu dorongan bearish emas ke area US$ 1.320- US$ 1.300 per ounce. Tekanan bearish akan semakin kuat jika berhasil jatuh di bawah US$ 1.300 untuk menguji level US$ 1.200-US$ 1.150 per ounce.

"Untuk outlook pekan ini, secara jangka pendek level support US$ 1268. Selama gagal menembus US$ 1.268, terdapat potensi rebound jangka pendek ke level US$ 1.310 per ounce," ungkap Wahyu saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (24/6/2013).

Resisten jangka pendek lainnya di US$ 1.350 dan US$ 1.395 per ounce.  Resisten terkuat adalah US$ 1.425 per ounce dan jika emas kembali menembus level US$ 1.446, sepertinya rebound bisa berlanjut mendekati level US$ 1.490- US$ 1.500 per ounce

"Namun emas tetap msh berpotensi bearish. Tembusan ke bawah US$ 1.268 per ounce akan memicu dorongan bearish emas ke area US$ 1.200- US$ 1.150 per ounce," tutur dia.

Data ekonomi penting AS minggu ini yaitu laporan penjualan rumah baru di AS, sentimen konsumen AS, klaim pengangguran AS, dan  durable good AS

"Data-data ekonomi di AS masih seimbang.  Pengaruh FOMC masih kuat membayangi sehingga ada peluang kelanjutan penguatan dolar AS dan pelemahan emas,"

jelas Wahyu. (Ndw)