Harga emas naik 7,8 dolar, dipicu turunnya yield obligasi AS dan dolar

·Bacaan 2 menit

Harga emas bergerak lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), berbalik menguat dari akhir pekan lalu, karena dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih rendah mendukung daya tariknya, sementara investor menunggu data minggu ini yang akan membantu mereka menilai laju pemulihan ekonomi di Amerika Serikat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat 7,8 dolar AS atau 0,42 persen menjadi ditutup pada 1.884,50 dolar AS per ounce. Ini adalah penyelesaian kontrak teraktif tertinggi sejak 7 Januari.

Pada akhir pekan lalu, Jumat (21/5/2021), harga emas berjangka jatuh 5,2 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.876,70 dolar AS per ounce, setelah terkerek 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.881,90 dolar AS pada pada Kamis (20/5/2021), dan melonjak 13,5 dolar AS atau 0,72 persen menjadi 1.881,50 dolar AS pada Rabu (19/5/2021).

Penurunan dolar dan imbal hasil AS telah bertindak sebagai pendukung emas, kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn, menambahkan pasar ekuitas yang lebih kuat memberikan penyeimbang.

Baca juga: Dolar dekati terendah 3 bulan, tertekan prospek Fed yang "dovish"

Dolar melemah 0,2 persen dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun ke level terendah dalam hampir dua minggu, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor minggu ini menunggu untuk mendengar apakah Federal Reserve (Fed) akan tetap berpegang pada kebijakan yang sabar. Mereka juga menunggu data ekonomi, termasuk produk domestik bruto AS, klaim pengangguran, dan barang tahan lama.

"Jika (data) keluar secara substansial lebih baik dari yang diharapkan, itu mungkin akan menjadi bearish untuk emas, karena kemungkinan tapering (pengurangan program pembelian obligasi) Fed akan lebih cepat daripada yang diperkirakan," kata Haberkorn, menambahkan jika data lebih buruk dari perkiraan, emas bisa diperdagangkan menembus 1.900 dolar AS lebih cepat.

Baca juga: Rupiah awal pekan melemah, tertekan ekspektasi kenaikan inflasi AS

Jatuhnya bitcoin juga mendukung harga emas, kata analis. Turbulensi dalam aset kripto seperti bitcoin memberikan dukungan tertentu bagi emas, dengan modal spekulatif mengalir kembali ke emas.

"Harga emas sangat kuat pada level ini. Ada banyak hal yang dapat menakut-nakuti investor agar ingin membeli emas, tetapi kami juga memiliki situasi di mana di Eropa, AS dan Kanada, di mana vaksin mulai berdampak positif," kata Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian.

"Perekonomian dibuka kembali dan aktivitas ekonomi kuat ... Mungkin harga emas bisa sedikit mundur."

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 41,9 sen atau 1,52 persen menjadi ditutup pada 27,905 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 8,2 dolar AS atau 0,70 persen menjadi ditutup pada 1.177,60 dolar AS per ounce.

Baca juga: IHSG awal pekan ditutup merosot, tertekan lonjakan kasus COVID di Asia