Harga Gas Elpiji Non-Subsidi Naik, Pedagang Warteg Khawatir Gas Melon Langka

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Liquified Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi. Kenaikan harga elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg tersebut naik membuat pedagang warteg khawatir. Mereka khawatir keputusan Pertamina ini nantinya akan membuat stok LPG Subsidi 3 kilogram (kg) langka.

Ketua Koordinator Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengungkapkan, dengan adanya kenaikan harga di LPG nonsubsidi, dikhawatirkan banyak konsumen beralih ke LPG subsidi alias LPG tabung melon. Sehingga, nantinya malah akan mengurangi stok LPG 3 kg di pasaran.

"Pedagang warteg masih banyak menggunakan elpiji melon 3 Kg, yang tidak kmi harapkan ada migrasi pengguna gas 12 kg ke 3 kg gas melon, karena ada perbedaan harga yang banyak," kata dia kepada Liputan6.com, Senin (11/7).

Diketahui, Pertamina menaikkan harga jual Bright Gas 3 Kg menjadi Rp58.000 per tabung, Bright Gas 5,5 kg Rp100.000 per tabung, Bright Gas atau Elpiji 12 kg Rp213.000 per tabung, dan EaseGas 14 Kg Rp246.000 per tabung.

Sementara di tingkat konsumen harga isi ulang LPG 3 Kg yang mendapat subsidi pemerintah masih berada di kisaran Rp21.000 per tabung. Dengan porsi sekitar 6 persen dari total konsumsi LPG nasional.

Melihat perbedaan harga yang cukup jauh tersebut, Mukroni khawatir akan mempengaruhi penyediaan stok LPG 3 kg di pasaran. Dia pun meminta pemerintah mampu mengontrol ketersediaan LPG 3 kg subsidi itu bagi pelaku usaha warteg.

"Kami harapkan pemerintah memantau kesediaan gas melon untuk usaha kecil termasuk warteg yang jumlah outlet atau gerai di Jabodetabek kurang lebih 50 ribu gerai. Artinya di masa daya beli belum pemerintah malah menambah beban dengan adanya kelangkaan stok gas 3 kg/melon," paparnya.

Belum Terjadi Kelangkaan

Namun demikian, Mukroni mengaku sejak kenaikan diberlakukan papda 10 Juli 2022, belum ada keluhan dari pedagang warteg yang tergabung dalam Kowantara. Alasannya, karena disinyalir pedagang warteg masih memiliki stok LPG 3 Kg.

"Belum ada suara-suara kesulitan dari teman-teman, mungkin nunggu seminggu, karena bisa aja pedagang warteg masih ada stok," katanya.

Dia mengaku, terkait kebutuhan di satu warteg, bisa mencapai 3 tabung LPG 3 Kg per hari. Namun, ini kembali pada tingkat omset masing-masing warteg "Tergantung omzetnya, kalau di atas Rp 1-3 juta omsetnya bisa 3 tabung perhari," katanya.

Mengacu pada pengalaman ke belakang, ia mengaku pasca adanya kenaikan harga, stok gas LPG 3 kg di pasaran cukup sulit ditemui. Meski, dalam beberapa hari stok kembali memenuhi gerai-gerai pembelian LPG 3 kg.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel