Harga-Harga Tengah Mahal, Realisasi Anggaran PEN Perlindungan Sosial Melonjak

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah mencatat realisasi belanja untuk perlindungan sosial dari pos anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) meningkat dalam rangka menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga komoditas dunia. Per 31 Maret realisasinya baru mencapai Rp 22,48 triliun. Hanya dalam waktu 15 hari, penyerapannya meningkat menjadi Rp 45,08 triliun.

"Perlinsos PC PEN meningkat signifikan dari Rp 22,6 triliun per 31 Maret menjadi Rp 45,08 triliun pada 15 April," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Rabu (20/4).

Penyerapan anggaran perlindungan sosial tersebut dilakukan melalui sejumlah program bantuan sosial yang dimiliki pemerintah. Pada Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar 10 juta KPM telah menyerap anggaran Rp 13,7 triliun. Lewat program kartu sembako kepada 18,8 juta keluarga menyerap anggaran Rp 18,7 triliun.

"Jadi kita sifatnya top up atau memberikan tambahan kepada 10 juta KPM PKH dn 18,8 juta keluarga pada program kartu sembako," katanya.

Rincian Belanja

harga-harga tengah mahal, realisasi anggaran pen perlindungan sosial melonjak
harga-harga tengah mahal, realisasi anggaran pen perlindungan sosial melonjak

Tak hanya itu, pemerintah juga mengeluarkan anggaran sebesar Rp 5,5 triliun untuk program BLT minyak goreng kepada 18,3 juta KPM. Termasuk penyaluran BLT Desa kepada 4,4 juta KPM sebesar Rp 4,7 triliun.

"Kita gunakan tambahan belanja bantuan sosial kepada kelompok tersebut dengan manfaat sosial mereka," kata dia.

Sementara itu, secara keseluruhan penyerapan anggaran perlindungan sosial sejak Januari-Maret 2022 mengalami penurunan. Penyerapannya hanya Rp 81 triliun, lebih rendah dari periode yang sama pada 2021, yakni Rp 92,7 triliun. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel