Harga Jajanan Mayora Bakal Naik 10 Persen  

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta - Produsen makanan olahan, PT Mayora Indah Tbk, bakal menaikkan harga produk-produk hasil perusahaannya pada tahun ini. Kenaikan harga merek Mayora seperti Kopiko, Astor, Beng-Beng, dan Choki-Choki diperkirakan mulai dari 5 hingga 10 persen.

"Kenaikan harga produk dagangan kami akan dilakukan secara bertahap," kata Andre Sukendra Atmadja, Presiden Direktur Mayora Indah, usai paparan publik di Jakarta, Senin 9 April 2012.

Menurut Andre, kenaikan harga produk itu disebabkan harga bahan baku sempat melonjak pada tahun lalu. Imbas untuk perusahaan pun baru dapat dirasakan sekarang. "Sehingga kami baru menaikkan harga produk kami pada tahun ini," kata dia.

Meski harga komoditas akhir-akhir ini turun cukup signifikan ke angka 19 hingga 25 persen, perusahaan tetap akan menaikkan harga produknya pada tahun ini. "Rencananya pada Mei mendatang," ujar Andre.

Untuk kenaikan bahan bakar minyak yang diperkirakan akan terjadi pada tahun ini, menurut Andre, hanya berdampak kecil untuk perusahaan. Setidaknya memiliki dampak 2 persen untuk biaya operasional perusahaan. Biaya operasional perusahaan, lanjut dia, lebih banyak menggunakan bahan bakar gas dan listrik. Sedangkan kenaikan bahan bakar minyak hanya berpengaruh untuk proses distribusi produk. "Memang benar ada imbas pengkutan bahan baku, tetapi tidak besar."

Sepanjang 2011, perusahaan menghasilkan keuntungan sebanyak Rp 483 miliar. Sedangkan penjualan bersih perusahaan juga tumbuh tinggi dari Rp 7,22 triliun pada 2010 menjadi sebesar Rp 9,45 triliun di 2011. Penjualan ekspornya juga naik dari Rp 2,19 triliun menjadi Rp 3,32 triliun. Mayora pun menargetkan akan meraup laba bersih sebesar Rp 625-650 miliar pada tahun ini.

Laba usaha di tahun lalu turun dari sebelumnya sebesar Rp 773 miliar menjadi Rp 758 miliar. Sedangkan EBITDA hanya naik tipis menjadi Rp 948 miliar dari sebelumnya Rp 918 miliar.

SUTJI DECILYA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...