Harga Jual Ikan Mas di Cirata Anjlok

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

TRIBUNNEWS.COM, CIPEUNDEUY - Ribuan petani ikan mas di sentra pembudidayaan ikan air tawar Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengaku rugi besar.

Penyebabnya harga jual ikan mas saat ini termasuk sangat murah, tapi petani harus beli pakan ikan dengan harga tinggi.

Selama beberapa bulan ini, aktivitas jual beli ikan dalam jumlah besar seperti sebelumnya tidak terlihat. Para petani pun seperti kurang bersemangat menggarap kolam-kolam atau jaring apung yang mereka miliki.

Ketua Asosiasi Pembudidaya Ikan dan Nelayan Waduk Cirata (Aspindac) KBB, Sundaya mengatakan saat ini harga ikan mas hanya sekitar Rp 14 ribu per kilogramnya.

Nilai itu merupakan harga jual dari petani kepada pengepul. Harga normalnya berada di kisaran Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kg. Sementara, biaya pakan ikan mencapai Rp 7 ribu per kg. Para petani itu sedikitnya memerlukan kuintalan pakan untuk sekali panen selama 2 bulan.

"Banyak petani yang akhirnya tidak memperoleh untung sama sekali. Bahkan banyak juga yang minus," kata Sundaya kepada wartawan di Cipeundeuy, Selasa (18/6).

Menurut dia, sebenarnya sudah sejak lama para petani ikan mengeluhkan tingginya harga pakan ini. Namun bukannya turun, harganya malah terus melonjak dalam dua bulan terakhir. Tingginya harga ini membuat para petani berpikir ulang untuk menanam benih ikan mengingat harganya yang sangat tidak menguntungkan.

Sundaya menduga kenaikan harga pakan ikan ini akibat ulah spekulan pakan. Menurutnya, harga pakan yang terus meroket seolah telah dirancang oleh perusahaan pembuat pakan untuk meningkatkan omzet mereka.

Oleh karena itu, petani saat ini tengah memikirkan budidaya ikan alternatif selain ikan mas agar para petani tetap memiliki penghasilan. Salah satu jenis ikan yang tengah dibidik, adalah ikan patin. Namun masalahnya, saat ini masih jarang petani di Waduk Cirata yang membudidayakan ikan patin sehingga kesulitan memperoleh benihnya.

Di samping itu, kata Sundaya, para petani saat ini tengah berupaya membuat pakan ikan sendiri dengan kandungan gizi yang sama. Mereka menargetkan, harga pakan yang akan dijual nantinya tidak akan lebih dari Rp 4 ribu per kg.

Kerugian besar yang dialami para petani ikan Cirata ini, menurut petani lainnya, Toto (50), hampir sama dengan peristiwa matinya ribuan ton ikan akibat cuaca ekstrem yang terjadi akhir Januari lalu. Akibat musibah tersebut, para petani mengalami kerugian miliaran rupiah.

Ketika itu, para petani di Waduk Cirata terpaksa memilih untuk memanen lebih awal ikan-ikan yang mereka tanam di ribuan jaring apung guna menghindari cuaca buruk

"Bedanya kalau dulu, kami rugi karena banyak ikan mati akibat cuaca, sekarang kami rugi karena ikan banyak, namun harganya sangat murah, padahal harga pakannya sangat tinggi," kata Toto. (zam)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...