Harga Karet Anjlok Karena Pelemahan Pasar Internasional

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

Palembang (Antara) - Harga karet anjlok pada tingkat petani karena pengaruh pelemahan pasar internasional menyusul krisis ekonomi di Amerika dan Eropa, kata Peneliti Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah VII Palembang Sudarta.

"Indonesia tidak memiliki pasar sendiri karena karet merupakan komoditas ekspor, sehingga sangat bergantung dengan harga pada pasar internasional," kata Sudarta di Palembang, Selasa.

Ia mengemukakan, harga karet pada semester pertama tahun 2013 cukup fluktuatif dan berkecenderungan mengalami penurunan karena dipengaruhi krisis ekonomi global.

Harga karet berkualitas ekspor pada 11 Juli 2013 yakni 2,14 dolar AS/kg, sedangkan pada 10 Juli sebesar 2,15 dolar AS/kg.

Sedangkan, untuk harga bokar pabrik sekitar Rp18.223/kg dan harga bokar petani Rp16.079/kg.

"Kondisi anjloknya harga karet ini sebenarnya sudah terasa sejak awal tahun pada tingkat petani," ujarnya.

Keadaan ini justru berbeda pada komoditas minyak sawit mentah (CPO) karena mengalami kenaikan sejak awal Juli 2013 dengan mencatat pergerakan dari 679 dolar AS/mentric ton menjadi 765 dolar AS/metric ton.

"Tren ini berbalik terbalik dengan emas yang masih belum berbalik arah karena sejak awal Juli berada pada kisaran 1.369 dolar/ons dari 1.685 pada Juni 2013. Sementara, harga batu bara relatif bertahan pada kisaran 67 dolar AS/metric ton," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah senantiasa mendorong industri hilirasasi untuk meminimalisasi pengaruh pelemahan pasar internasional.

Namun, upaya itu kerap terkendala mengingat para investor lebih tertarik mengimpor bahan baku dari Indonesia seperti karet, sawit, dan batu bara, dibandingkan membangun sebuah pabrik penghasil bahan baku karena dinilai memiliki resiko cukup tinggi.

"Keadaan sulit bagi petani karet di Sumsel ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika memiliki industri hilir yang menyerap produk dalam negeri. Namun, karena tidak memiliki pasar sendiri membuat pengaruh pelemahan pasar internasional akan berdampak signifikan," ujarnya.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...