Harga Kedelai Naik, Pedagang Tempe di Tangerang Mogok Berjualan

·Bacaan 1 menit

VIVAPedagang tempe dan tahu di Pasar Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memilih untuk mogok berdagang atau tidak berjualan setelah harga tempe dan tahu di tingkat produsen naik.

Susanto, pedagang tahu dan tempe di Pasar Tigaraksa, mengatakan naiknya harga tahu dan tempe serta adanya pengurangan ukuran di tingkat perajin membuat mereka kesulitan menetapkan harga kepada pembeli.

"Harga tempe dan tahu di tingkat produsennya mahal karena bahan baku kedelainya pun juga sedang mahal. Lalu, ukurannya pun juga dibuat lebih kecil, jadi kami bingung juga menetapkan harga ke pembeli, yang ada nanti tidak laku," katanya, Kamis, 3 Juni 2021.

Alhasil, gerakan mogok berjualan dilakukan para pedagang hingga Jumat, 4 Juni 2021. Dengan adanya aksi ini, diharapkan ada aksi nyata pemerintah untuk membantu para pedagang dan pengrajin dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

"Kita mogok sampai besok, kita harap pemerintah dapat memberikan bantuannya untuk penyediaan bahan baku yang murah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pengelola Pasar Tigaraksa Didi Supriyadi mengatakan, di Pasar Tigaraksa memang terdapat beberapa pedagang tempe tahu yang memilih untuk menutup lapaknya, sebagai bentuk protesnya kenaikan harga kedelai sehingga harga di tingkat pengrajin ikut naik.

"Ada beberapa (yang tutup), tapi hal ini belum memiliki dampak bagi para konsumen lantaran masih ada sejumlah lapak yang memilih tetap berjualan meski peminatnya berkurang. Kita harap juga, aksi ini tidak dilakukan terus menerus," ujarnya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel