Harga Komoditas Mahal, Pajak Sektor Kelapa Sawit Naik 140 Persen

Merdeka.com - Merdeka.com - Melonjaknya harga komoditas menjadi keuntungan sendiri bagi Indonesia. Sebagai negara terbesar penghasil kelapa sawit, pemerintah turut menikmati manisnya ekspor sawit dari pajak yang dikeluarkan, baik dari sektornya maupun dari industri pengolah kelapa sawit.

Direktur Potensi Penerimaan dan Kepatuhan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen), Kementerian Keuangan, Ihsan Priyawibawa mengatakan, sumber penerimaan negara dari CPO mencatatkan pertumbuhan di atas 100 persen.

"Pertumbuhan dari sektor sawitnya naik 140 persen," kata Ihsan di Jakarta Selatan, Jumat (27/5).

Tak hanya dari sisi sektornya saja, pertumbuhan pendapatan negara dari sektor industri pun melonjak. Ihsan menyebut kenaikannya hingga 600 persen.

"Pertumbuhan dari sektor industrinya di atas 600 persen," kata dia.

CPO Sumbang Besar Pendapatan Negara

Maka, kata Ihsan tak heran jika CPO menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara. Terlebih dalam 4 bulan terakhir dan sejak pecah perang antara Rusia dan Ukraina.

"CPO ini membantu dan sangat bantu penerimaan dalam 4 bulan ini," kata dia.

Kementerian Keuangan mencatat, sampai April 2022 penerimaan pajak negara telah ke capai Rp567,69 triliun atau 44,88 persen dari target penerimaan APBN tahun ini.

Sumber penerimaan tersebut berasal dari PPh non migas yang mencapai Rp 382,84 triliun atau telah mencapai 54,06 persen dari target. Pendapatan negara dari pos penerimaan PPh migas sebesar Rp 30,66 triliun atau telah me capai 64,8 persen.

Lalu dari sumber PPN dan PPnBM sebesar Rp 192,12 triliun atau 34,65 persen dari target. Sedangkan dari PBB dan pajak lainnya terkumpul Rp 2,43 triliun atau baru 8,17 persen dari target. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel