Harga LPG 3 Kg di Bali Naik dari Rp14.500 Jadi Rp18.000

Merdeka.com - Merdeka.com - Harga elpiji atau LPG 3kg di Provinsi Bali mengalami kenaikan. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan menerangkan, berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali nomor 48 Tahun 2014, harga eceran tinggi LPG 3 kg itu sebesar Rp14.500, dan itu hampir berlaku sembilan tahun. Sedangkan kenaikan jadi Rp18 ribu merupakan usulan dari Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bali.

"Fakta di lapangan itu harga di konsumen berkisar antara Rp18 ribu sampai dengan Rp20 ribu. Kemarin Hiswana Migas di mana di dalamnya ada agen dan pangkalan berkirim surat kepada Gubernur Bali, untuk bisa dilakukan penyesuaian dengan pertimbangannya, satu adanya kenaikan BBM dan kedua adanya biaya operasional yang meningkat. Itulah dimohonkan untuk penyesuaian," kata Ida Bagus saat dihubungi, Rabu (18/1).

Kemudian lewat penyesuaian itu, Gubernur Bali menugaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali dan jajarannya untuk mengundang Hiswana Migas dan melakukan rapat teknis di awal November 2022 lalu.

"Jadi permintaan Hiswana Migas, tentunya ada margin di agen dan pangkalan sesuai permintaan. Tetapi bagi kami di Pemerintah Provinsi Bali, harus dikaji jangan sampai HET ini menimbulkan beban baru di masyarakat," ujarnya.

"Jadi di masyarakat pada saat kita bahas itu, harga pasar adalah kisaran antara Rp18 sampai Rp20 ribu. Iya kita coba tarik ulur ke harga di HET di Pertamina atau di SPBU bahwa sudah mendapatkan margin di pangkalan, dari agen sudah mendapatkan margin dari Rp 16 ribu kemudian di pangkalan jadi Rp18 ribu," lanjutnya.

Dia menyebutkan, bahwa penetapan HET Rp18 ribu juga berdasarkan pertimbangan ada ambang bawah di harga pasar. Sehingga, dengan HET itu diharapkan tidak ada akan menimbulkan disparitas harga lagi atau tidak menimbulkan margin baru dan permainan harga lagi di pangkalan.

"Karena kita mengatur sampai dengan pangkalan. Kemudian, pada saat rapat teknis tersebut dari pihak Pemerintah Provinsi Bali, juga meminta atau mendorong Hiswana Migas, punya kewajiban bahwa oke usulan mereka kita akomodir oleh pemerintah, dan tujuannya supaya apa, teman-teman Hiswana Migas itu juga bisa beroperasi dengan nyaman atau tetap berlangsung dari sisi rantai pasok 3 kilo gram," ujarnya. [cob]