Harga Minyak Dunia Anjlok di Tengah Rencana Kenaikan Harga BBM

Merdeka.com - Merdeka.com - Harga minyak dunia mengalami penurunan di tengah kekhawatiran investor tentang keadaan ekonomi global yang memburuk. Selain itu, pelemahan harga minyak dunia ini juga tertekan karena prospek kenaikan suku bunga bank sentral, dan kebijakan Covid-19 di China.

Dikutip dari CNBC International, harga minyak mentah dunia berjangka Brent untuk pengiriman Oktober yang transaksinya akan berakhir pada Rabu, turun USD 2,69 atau 2,7 persen menjadi USD 96,62 per barel. Pelemahan ini menyusul kerugian pada perdagangan hari Selasa yang mencapai USD 5,78 per barel.

Sedangkan untuk kontrak pengiriman November yang lebih aktif turun USD 2,70 atau 2,76 persen menjadi USD 95,14 per barel.

Adapun minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS yang juga turun 88 sen atau 1 persen menjadi USD 90,78 per barel, setelah meluncur USD 5,37 di sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran resesi.

"Tanda-tanda terbaru dari pertumbuhan yang tersendat-sendat adalah aktivitas pabrik China yang berkontraksi pada Agustus dan ekspansi sektor jasa negara yang lebih lambat dari perkiraan," kata analis di PVM Oil Associates Tamas Varga.

Namun demikian, di Indonesia, masyarakat sedang menanti kepastian kenaikan harga BBM terbaru yang dikabarkan akan dilakukan pemerintah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah masih mengkalkulasi harga bahan bakar minyak alias BBM bersubsidi.

"BBM semuanya masih pada proses dihitung dikalkulasi dengan hati-hati. Masih dalam proses dihitung dengan penuh kehati-hatian ya," jelas Jokowi di Papua, dikutip Kamis (1/9).

Pertamina Tunggu Instruksi Pemerintah

PT Pertamina (Persero) juga mengatakan masih menunggu instruksi dari pemerintah selaku regulator terkait kenaikan harga BBM.

"Belum (tahu), kami masih menunggu arahan dari regulator," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting kepada Merdeka.com di Jakarta.

Harga BBM hari ini belum menunjukkan kenaikan terutama untuk kategori subsidi. Harga BBM subsidi jenis Pertalite masih belum berubah, yakni sebesar Rp7.650 per liter dan Pertamax sebesar Rp12.500 sampai Rp13.000 per liter.

BBM nonsubsidi yaitu Pertamax Turbo turun menjadi Rp15.900-Rp16.250 per liter, Dexlite diturunkan jadi Rp17.100-Rp17.450 per liter dan Pertamina dex turun menjadi Rp17.400-Rp18.100 per liter.

Reporter: Natasha Khairunisa Amani

Sumber: Liputan6.com [idr]