Harga Minyak Dunia Bakal Dikunci di Level USD 65-75 per Barel

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak di kisaran USD 65-75 per barel dinilai nyaman bagi konsumen. Selain itu kelompok negara-negara produsen minyak terkemuka OPEC+ juga akan berusaha untuk mempertahankan kisaran harga tersebut dengan mengatur produksi.

Hal ini diungkapkan Kepala Lukoil Oil Company, perusahaan produsen minyak dan gas terbesar kedua Rusia

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Kommersant yang diterbitkan pada Selasa, Vagit Alekperov mengatakan pembatasan produksi minyak akan tergantung pada kondisi pasar.

"Peraturan (produksi) bisa berbeda tergantung situasinya," kata Alekperov dikutip dari Antara, Selasa (7/3/2021).

"Untuk saat ini September 2022 akan menandai tonggak sejarah ketika pembatasan harus dihapus. Perusahaan memiliki produksi menganggur hingga 90.000 barel per hari, yang kami harap akan dibutuhkan oleh pasar," lanjut dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Proyek Minyak

Ilustrasi Harga Minyak
Ilustrasi Harga Minyak

Lukoil telah mengatakan sebelumnya bahwa mereka dapat mengurangi kepemilikannya dalam proyek minyak West Qurna-2 Irak. Alekperov mengatakan Lukoil tetap dalam pembicaraan dengan pemerintah Irak untuk tetap terlibat dalam proyek tersebut.

Alekperov mengatakan formasi Yamama di ladang minyak West Qurna 2 terbukti sulit untuk diekstraksi karena mengandung hidrogen sulfida tingkat tinggi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel