Harga Minyak Goreng Melambung, Ulah Spekulan?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak goreng mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga minyak goreng ini tak hanya terjadi di pasar tradisional, tetapi juga pasar modern

Berdasarkan data dari hargapangan.id, minyak goreng di Gorontalo tembus Rp 23.000 per liter. Sementara di Jakarta harga minyak goreng rata-rata Rp 18.900.

Melambungnya harga minyak goreng ini membuat Kementerian Perdagangan bersama sejumlah asosiasi duduk bersama. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan tengah membahas rencana untuk meredam kenaikan harga minyak goreng.

"Tadi sore ada meeting GIMNI, AIMMI, Aprindo dan Kemendag, berbicara strategi dan rencana meredam spekulasi pasokan dan harga minyak," kata Sahat saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (3/11).

Sebagaimana diketahui kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi naiknya harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Sebab permintaan CPO secara global sedang mengalami peningkatan.

Di sisi lain, cuaca yang tidak menentu membuat pengiriman pasokan minyak goreng ke sejumlah wilayah menjadi terhambat. Sahat menilai, masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan minyak goreng karena pasokan minyak goreng sangat berkecukupan.

"Pasokan minyak goreng ke pasar dalam negeri sangat berkecukupan dan aman," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ada Spekulan

Ilustrasi gambar minyak goreng bekas atau jelantah (dok congerdesign/pixabay.com)
Ilustrasi gambar minyak goreng bekas atau jelantah (dok congerdesign/pixabay.com)

Hanya saja, yang perlu diwaspadai adanya spekulan yang memanfaatkan kesempatan. Sehingga menyebabkan harga minyak goreng terus melambung.

"Yang perlu dicegah oleh pelaku usaha bersama retail modern dan Kemendag adalah para spekulan yang mau ambil manfaat dari situasi ini," ungkap Sahat.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel