Harga Naik, Yogyakarta Bagi 12,5 Ton Beras  

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

TEMPO.CO, Yogyakarta - Menjelang Lebaran, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Yogyakarta akan melakukan operasi pasar murni menyusul meningkatnya harga kebutuhan pokok di sana.

Operasi pasar akan dilakukan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Yogyakarta pada 7-15 Agustus. Tak kurang dari 12,5 ton beras akan dibagikan.

"Mendekati Lebaran harga beras naik 25 persen, maka kami akan gelar pasar murah," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta, Ida Bagus Subali, di kantornya, Kamis, 2 Agustus 2012.

Menurut Subali, harga jual beras di operasi pasar hanya senilai Rp 6.800 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga beras kelas medium di pasaran saat ini senilai Rp 7.500 per kilogram.

Oparasi pasar ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya Dinas Perdagangan Yogyakarta melakukan operasi pasar yang pertama. Pada tahap kedua ini, operasi pasar akan dilakukan pada 8 dari 14 kecamatan yang ada di Yogyakarta.

Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Gondomanan dengan jatah 2 ton beras, Kecamatan Danurejan (1,5 ton beras), dan Kecamatan Umbulharjo (2 ton beras). Kemudian Kecamatan Mergangsan (1 ton beras), Kecamatan Kraton (1,5 ton beras), Kecamatan Ngampilan (1 ton beras), Kecamatan Wirobrajan (3 ton beras), dan Kecamatan Jetis (0,5 ton beras). "Mekanismenya diserahkan kepada kecamatan masing-masing," kata dia.

Kepala Badan Urusan Logistik Yogyakarta Darsono Imam Yuwono memastikan lembaganya siap memenuhi kebutuhan beras untuk operasi pasar di Yogyakarta. Saat ini persediaan beras di Bulog Yogyakarta mencapai 26 ribu ton. "Pasokan itu cukup hingga Desember 2012," kata Imam.

Setiap hari Bulog juga membeli beras dari petani per hari rata-rata 300-400 ton. Harga pembelian dari Bulog ke petani Rp 6.600 per kilogram.

MUH SYAIFULLAH

Berita Terpopuler:

Lika-liku Kasus Simulator SIM Versi Polisi (IV)

BWF Diskualifikasi Delapan Atlet Badminton

Jimly: Jangan Pilih Gubernur DKI karena Agama

Perselingkuhan, Pejabat Semarang Pukul Wartawan

Polisi Langgar Wewenang KPK

"Bayi Besar" Bermunculan di Amerika

Satu Jenderal Polisi Lagi Jadi Tersangka

Gubernur Tersangka, Agenda Akpol Berantakan

Dituntut 20 Tahun, Supir Xenia Maut Menangis

Partai Islam Tak Laku di 2014?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...