Harga Pajero Sport Tetap Stabil Berkat Hal Ini

Yunisa Herawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Setiap tahun harga mobil mengalami penurunan, membuatnya kurang ideal untuk dijadikan sebagai investasi. Namun, ada beberapa model yang harga jual kembalinya terbilang stabil sehingga sang pemilik tidak merasa rugi terlalu besar.

Salah satunya yakni Mitsubishi Pajero Sport, mobil berpenampilan gagah yang masuk dalam kategori sport utility vehicle atau SUV tersebut sampai saat ini banderolnya dalam kondisi bekas masih di angka ratusan juta rupiah.

Dari penelusuran VIVA Otomotif di beberapa laman jual beli mobil bekas, Selasa 30 Maret 2021, untuk generasi dua lansiran 2015 ditawarkan di angka Rp200-300 juta. Jika ingin memiliki generasi tiga yang dibuat pada 2017, maka siapkan uang Rp400 jutaan.

Sebagai perbandingan, harga Pajero Sport terbaru yang belum lama ini meluncur di Indonesia ada di kisaran Rp500-700 jutaan.

Masih tingginya harga SUV bongsor tersebut di pasar mobil bekas, yakni karena beberapa hal. Pertama, citra sebagai kendaraan gagah dan mewah sudah sangat melekat, sehingga tidak ada pemilik yang mau menjualnya dengan murah.

Kemudian, fitur yang ditawarkan terbilang lengkap. Contohnya, Pajero Sport terbaru dibekali dengan sistem keamanan yang mampu mengerem secara otomatis, serta memantau kondisi belakang ketika hendak mundur.

Dimensinya yang besar juga membuat mobil ini terasa nyaman. PT Mitubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia melengkapi Pajero Sport baru dengan beragam teknologi canggih, seperti pintu bagasi terbuka otomatis ketika ponsel pemilik mobil berada di dekatnya.

Faktor lain yang juga menentukan harga jual kembali dari mobil ini, yaitu perawatannya. Hal itu diungkapkan oleh Head of After Sales and Customer Relations Operation Group MMKSI, Boediarto.

“Pertama, lakukan servis berkala dan perbaikan di bengkel resmi Mitsubishi. Biar rekam jejak mobil tersebut bisa diketahui, jadi semua datanya ada lengkap,” ujarnya.

Lalu, hindari kebiasaan memasang beragam peranti aksesori yang membutuhkan arus listrik. Selain proses pemasangannya berisiko mengganggu sistem kelistrikan, pembeli mobil bekas juga lebih menyukai kondisi standar dan orisinal.

“Terakhir, yakni menggunakan bahan bakar minyak sesuai dengan spesifikasi mesin,” tuturnya.