Harga Pangan di Surabaya Naik Jelang Ramadhan, Satgas: Masih Stabil

Raden Jihad Akbar, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVAHarga pangan mengalami kenaikan di sejumlah pasar di Surabaya, Jawa Timur, sehari sebelum Ramadan 1442 Hijriah, Senin, 12 April 2021. Ada beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga kendati tidak begitu besar, di antaranya, cabai rawit dan daging ayam.

Di Pasar Wonokromo Surabaya, misalnya, harga cabai rawit yang semula sempat turun menjadi Rp50 ribu sejak Senin ini naik lagi menjadi Rp70 ribu.

“Bawang merah naik sedikit dari Rp28 ribu ke Rp30 ribu. Yang lain normal semua," kata seorang pedagang di Pasar Wonokromo bernama Salman.

Harga daging ayam juga mengalami kenaikan. Penjual daging ayam potong di Pasar Wonokromo bernama Murifah menuturkan, harga daging ayam naik sekitar Rp5 ribu, dari semula Rp33 ribu per kilogram menjadi Rp38 ribu per kilogram.

“Stoknya dibatasi sekarang,” ungkapnya menjelaskan musabab kenaikan harga.

Baca juga: Menaker Ida Tegaskan THR 2021 Harus Dibayar Penuh dan Tepat Waktu

Satuan Tugas Pangan Jawa Timur menilai kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam, di Pasar Wonokromo itu masih dalam taraf normal.

"Alhamdulillah, hasil pengecekan tadi rata-rata kebutuhan pokok masih dalam kondisi stabil harganya,” kata Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman saat melakukan sidak dengan instansi lain di Pasar Wonokromo Surabaya.

Soal kenaikan harga cabai, Farman mengaku bahwa Satgas Pangan Jatim nantinya akan melakukan pengecekan ke Pasar Keputran sebagai sentranya sayur-mayur dan kebutuhan pokok lainnya.

“Karena pedagang cabai di sini (Pasar Wonokromo) ambilnya di Pasar Keputran,” ungkapnya.

Farman memprediksi, kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok baru akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran nanti. “Kemungkinan harga bahan pokok akan naik mungkin mendekati hari raya nanti," ujarnya.

Dalam sidak pasar kali ini, selain Kombes Farman dari Polda Jatim, juga bergabung dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha Jatim, Perum Bulog Jatim, dan Dinas Perkebunan provinsi setempat. Dari hasil sidak, diketahui harga beras di Pasar Wonokromo justru mengalami penurunan.