Harga Patokan Ekspor Produk Pertambangan Mei 2021, Mangan hingga Bauksit Naik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat hingga periode akhir April 2021, harga beberapa komoditas produk pertambangan menunjukkan tren positif yang terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan kenaikan permintaan pada beberapa komoditas produk pertambangan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, menjelaskan, kondisi ini mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) untuk periode Mei 2021. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 28 Tahun 2021, tanggal 26 April 2021.

“Komoditas konsentrat mangan, konsentrat seng, konsentrat ilmenite, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu. Hal tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan dunia,” kata Didi, Jumat (30/4/2021).

Disisi lain, komoditas konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, dan konsentrat timbal mengalami penurunan harga. Adapun untuk pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan.

Sementara itu, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Mei 2021 adalah konsentrat mangan (Mn ≥ 49 persen) dengan harga rata-rata USD 218,99/WE atau naik 2,51 persen; konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata USD 786,74/WE atau naik 3,39 persen.

Lalu ada konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan harga rata-rata USD 432,98/WE atau naik 6,74 persen; konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata USD 1.122,57/WE atau naik 3,14 persen; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata USD 30,45/WE atau naik 3,93 persen.

Selanjutnya, produk yang mengalami penurunan harga dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) dengan harga rata-rata USD 3.229,74 /WE atau turun 0,76 persen; konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen dan ≤ 1 persen TiO2) dengan harga rata-rata USD 149,16/WE atau turun 1,94 persen; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10 persen) dengan harga rata-rata USD 76,22/WE atau turun 1,94%.

Konsentrat timbal (Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD 805,75/WE atau turun 2,63 persen; dan konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD 89,07/WE atau turun sebesar 1,94 persen. Adapun pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) tidak mengalami perubahan dengan harga rata-rata USD 117,98/WE.

Perhitungan Dasar HPE

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Didi menjelaskan, perhitungan dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian.

Sedangkan, perhitungan dasar HPE untuk konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Sebagai informasi, sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK meliputi konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Menurut Didi, HPE periode Mei 2021 ditetapkan setelah memperhatikan masukan tertulis serta hasil koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: