Harga PCR di Sumatera Barat Turun

·Bacaan 3 menit

VIVA - Presiden Joko Widodo meminta agar harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Indonesia turun menjadi Rp450-Rp 550 ribu. Ia pun juga meminta hasil PCR itu dapat keluar atau diketahui dalam tempo 1x24 jam.

Menurut Jokowi, PCR menjadi sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan testing yang merupakan bagian dari penanganan pandemi COVID-19. Dengan diturunkannya harga PCR tersebut, diharapkan jumlah testing yang dilakukan akan semakin banyak.

Khusus harga PCR di Sumatera Barat saat ini, VIVA mencoba mengkonfirmasi ke beberapa rumah sakit yang melayani PCR secara mandiri. Namun, baru Semen Padang Hospital (SPH) yang memberikan keterangan.

Menurut Direktur SPH, Selfi Farisha, selama ini Semen Padang Hospital memang melayani tes PCR mandiri.

Baca juga: Di Aceh, Tes Swab PCR Gratis

Dari harga PCR mandiri sebelumnya Rp900 ribu, kemudian turun menjadi Rp700 ribu dan kini setelah adanya surat edaran tentang penurunan harga PCR mandiri tersebut, pihaknya mematok di harga Rp500 ribu. Layanan tes PCR mandiri itu berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB esok paginya.

“Kalau harga saat ini kita tetapkan Rp500 ribu. Sebelum tarif Rp900 ribu, kita juga sudah turunkan menjadi Rp700 ribu dan kini, setelah adanya edaran harga PCR mandiri di SPH itu Rp500 ribu. Layanan setiap hari. Pengambilan sample setiap pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB pagi esoknya. Kemudian, sample itu kita running. Besoknya, hasil sample keluar,” kata Selfi Farisha, Rabu, 18 Agustus 2021.

Dijelaskan Selfi Farisha, dengan adanya penurunan harga tes PCR mandiri ini, diharapkan bisa meningkatkan antusias warga untuk melakukan pemeriksaan. Sehingga testing rate meningkat sebagai upaya dari penanganan pandemi COVID-19.

Yang melakukan PCR mandiri di SPH selain mereka yang akan melakukan perjalanan keluar daerah, juga ada dari perusahaan dan masyarakat yang merasa pernah kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Ada yang dari perusahaan. Beberapa perusahaan ada yang melakukan screening. Ada juga warga yang ingin konfirmasi melalui tes PCR lantaran hasil tes antigen terkonfirmasi. Yang jelas, dengan turunnya harga PCR ini, dapat lebih meningkatkan antusias warga untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Selfi Farisha.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sumatera Barat Jasman Rizal menyebutkan hingga kini pihaknya belum mengetahui apakah harga tes PCR mandiri di beberapa layanan kesehatan yang menerapkan hal itu, sudah turun atau belum. Yang pasti, Sumatera Barat akan mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Menurut Jasman, meski ada layanan PCR mandiri, namun Pemerintah Provinsi Sumatra Barat hingga kini masih memberikan layanan gratis PCR bagi masyarakat yang kontak erat atau sakit dan butuh dilakukan uji sample COVID-19. Selain itu, pelaku perjalanan untuk pendidikan seperti mahasiswa, juga digratiskan.

“Jadi, setahu saya, kontak erat atau sakit dan perlu di PCR, itu digratiskan. Juga bagi pelaku perjalanan pendidikan, juga digratiskan. Layanan gratis masih diberlakukan,” kata Jasman Rizal.

Jasman Rizal menambahkan yang melakukan PCR secara mandiri itu biasanya pelaku usaha dan perjalanan untuk kepentingan pribadi. Di Sumatera Barat sendiri, banyak layanan PCR secara mandiri. Namun demikian, Sumatera Barat masih memberlakukan PCR gratis terutama yang kontak erat, sakit dan pelaku perjalanan pendidikan.

“Kita masih terapkan PCR gratis. Ini bagian dari komitmen kita mengupayakan testing rate terus meningkat. Testing rate kita masih tertinggi kedua secara nasional. Meski ada PCR mandiri, namun pemeriksaan sample tetap dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang,” tutur Jasman Rizal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel