Harga Penjualan Properti Cenderung Stagnan Di Masa Pandemi

1 / 1

Harga Penjualan Properti Cenderung Stagnan Di Masa Pandemi

RumahCom – Di masa pandemi ini, bisnis properti menjadi salah satu lini bisnis yang ikut terkena imbas dari pandemi Covid-19. Akibatnya, tidak hanyak penjualan yang menurun namun juga dari sisi harga pun pengembang mau tidak mau harus menstabilkan harga agar tidak terjadi kemrosotan yang lebih signifikan.

Kendati demikian, platform resmi untuk jual beli properti Rumah.com mencatatkan bahwa belum terlihat adanya pergerakan harga properti di kuartal I/2020 pada subsektor residensial, di tengah berbagai sentimen yang menghadang bisnis ini.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com, mengatakan sejauh ini belum terlihat adanya penurunan secara kuartalan. Pihaknya mencatat ada kenaikan sangat tipis di kuartal I/2020, namun masih cenderung stagnan.

Ia mengatakan bahwa kuartal I/2020 ini dibandingkan dengan kuartal IV/2019 hanya memiliki kenaikan nominal 0,4 persen. Hal tersebut dikatakan oleh Marine karena ia mengerti jika pada saat seperti ini pengembang cenderung jarang menurunkan harga atau mengubah harga lainnya. Para pengembang juga cenderung tidak dapat memberikan gimmick apapun untuk mendukung penjualan karena untuk menstabilkan kembali angka dari pemasukan.

Menurut data yang telah dikumpulkan oleh Rumah.com merupakan gabungan antara pasar primer dan sekunder di subsektor residensial. Meski demikian, kata Marine, dampaknya bisa terlihat dari sisi suplai. 

Menurut dia, berdasarkan Rumah.com Indonesia Properti Market Index mencatat penurunan suplai properti pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya mencapai 5 persen. 

Ia juga menambahkan bahwa hal-hal tersebut merupakan sebuah anomali karena biasanya tren dari suplai pada kuartal pertama di awal tahun cenderung selalu lebih tinggi dibandingkan dengan kuarta empah di tahun sebelumnya. Penurunan suplai tersebut menjadi indikasi bahwa pengembang menahan diri untuk menambah suplai properti.

Marine menyatakan bahwa tren harga secara kuartalan terjadi hampir di semua wilayah di Indonesia. Dia menyatakan bahwa DKI Jakarta sebesar -1,35 persen, Banten 0,6 persen, Jawa Timur -5,1 persen, dan Bali -1,26 persen. 

Data Rumah.com mencatat hanya Jawa Barat yang menunjukkan kenaikan harga yang lebih signifikan sebesar 3,34 persen dan Jawa Tengah 1,4 persen.

“Lebih spesifik, kenaikan harga di Jawa Barat paling besar terjadi di Bekasi mencapai 4,2 persen. Dibandingkan kota penyangga DKI Jakarta lainnya, rata-rata harga properti di Bekasi lebih rendah sehingga punya ruang cukup untuk berkembang, bahkan di tengah pandemi ini,” tuturnya.

Perbandingan tersebut bisa dibandingkan dengan Tangerang Raya yang harga rumah di sana berada pada kisaran Rp13 jutaan per meter persegi, sedangkan Bekasi masih dikisaran Rp8 jutaan per meter persegi.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.