Harga Pertalite Belum Naik, Ketahui Dulu Cara Beli BBM Subsidi Pakai MyPertamina

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite maupun Solar untuk menekan anggaran subsidi energi dan kompensasi BBM yang kian membengkak. Tercatat, besaran anggaran subsidi energi dan kompensasi dalam APBN Perpres 98/2022 yang mencapai Rp502,4 triliun.

Namun demikian, hingga kini atau 1 September 2022, harga bensin Pertalite masih dibanderol dengan harga yang sama yaitu Rp7.650 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan Pertamax masih stabil Rp12.500 per liter.

Selain kebijakan penyesuaian harga, pemerintah juga terus berupaya mengurangi penyaluran BBM subsidi melalui Program Subsidi Tepat Sasaran. Untuk itu, masyarakat diharuskan mendaftarkan kendaraan roda empat baik di booth pendaftaran di SPBU/lokasi yang ditentukan, website subsiditepat.mypertamina.id maupun melalui aplikasi MyPertamina.

Lantas apa saja dokumen yang diperlukan untuk persyaratan pendaftaran MyPertamina?

Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyampaikan, sejumlah dokumen yang diperlukan untuk kendaraan pribadi adalah foto KTP, foto diri, foto STNK tampak depan dan belakang (dalam satu dokumen), foto kendaraan tampak semua, dan foto kendaraan tampak nomor polisi. Sementara untuk kendaraan komersial barang, komersial umum, dan layanan umum memerlukan KIR sebagai dokumen tambahan.

"Untuk konsumen non kendaraan yang membeli dengan jeriken perlu menyiapkan foto KTP, foto diri, dan surat rekomendasi Instansi Pemerintah Daerah terkait," kata Brasto dalam pernyataannya, Jumat (8/7).

Namun jika mengalami kesulitan atau ingin bertanya lebih lanjut terkait proses pendaftaran tersebut, lanjut Brasto, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 maupun mendatangi 15 booth konsultasi yang terdapat di 2 kota lokasi wilayah pendafaran subsidi tepat tersebut.

"Kami saat ini menyediakan 7 booth di Kota Yogyakarta dan 8 booth di Solo," kata Brasto.

Cara Daftar Lewat Website

Bagi Anda yang ingin mendaftar secara mandiri melalui website, yakni:

1. Buka website subsiditepat.mypertamina.id

2. Berikutnya, centang informasi memahami persyaratan

3. Klik daftar sekarang

4. Ikuti instruksi dalam website tersebut, pastikan isi data dengan benar

5. Tunggu pencocokan data maksimal 7 hari kerja di alamat email yang telah didaftarkan, atau cek status pendaftaran di website secara berkala

6. Apabila sudah terkonfirmasi, unduh (download) kode QR dan simpan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.

Cara Daftar Melalui Aplikasi MyPertamina

Sementara bagi Anda yang ingin mendaftar melalui aplikasi MyPertamina, yakni:

1. Unduh aplikasi MyPertamina di Google Play Store atau App Store

2. Lalu, buka aplikasi dan pilih opsi Daftar

3. Daftarkan diri dengan mengisi Identitas Lengkap, mulai dari Nama hingga Nomor Telepon

4. Buat PIN 6 Digit, dan pastikan jaga kerahasiaan PIN tersebut

5. Aplikasi akan mengirimkan kode SMS OTP ke nomor yang didaftarkan

6. Masukkan nomor OTP untuk melakukan verifikasi

7. Jika sudah bisa melakukan login, pengguna tinggal menghubungkan metode pembayaran yang ingin digunakan

8. Ada beberapa pilihan yang disediakan, seperti LinkAja atau mendaftarkan kartu debet dari Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Cara Pembayaran

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyayangkan, masih banyak masyarakat yang salah kaprah dengan skema pembayaran BBM subsidi melalui MyPertamina. Irto memastikan proses pembayaran BBM subsidi melalui MyPertamina tidak perlu menggunakan smartphone.

"Ada satu lagi salah kaprah. Bapak kalau nanti ke sana harus pakai handphone? Saya tegaskan lagi, untuk proses pembeliannya bila nanti sudah punya QR Code, itu bisa ditunjukan saja. Baik yang ada di handphone ataupun nanti di-print out," jelasnya, Kamis (30/6).

QR Code tersebut bakal didapat konsumen setelah mendaftarkan dirinya di situs subsiditepat.mypertamina.id. Setelah mendaftar, Irto memaparkan, maka yang terekam oleh sistem sebagai penerima Pertalite maupun Solar yang berhak adalah kendaraannya, bukan individu pemiliknya.

Irto menambahkan, transaksi pembayaran BBM subsidi masih terbuka untuk pembayaran tunai (cash) maupun non-tunai.

"Masih banyak yang menanyakan, apakah masih harus pakai aplikasi MyPertamina? Saya jawab di sini, tidak ada kewajiban untuk men-download aplikasi MyPertamina. Untuk pembayaran, juga tidak wajib menggunakan aplikasi MyPertamina, jadi bisa pakai tunai dan non-tunai," pungkasnya. [idr]