Harga Premium Dipisah, SPBU Bakal Kerepotan  

TEMPO.CO , Jakarta:Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengaku keberatan pemisahan harga premium bila kenaikan BBM terlaksana. "Kami di lapangan repot mengatur pelanggan," kata Manajer Operasional SPBU Jalan Radio Dalam, Parno, kepada Tempo, Kamis, 17 April 2013.

Isu ini berkembang sebagai satu opsi jawaban pemerintah terhadap menipisnya cadangan BBM bersubsidi. Rencananya, bagi pengguna motor dan kendaraan umum, tarif premium tetap. Sementara bagi pengguna kendaraan roda empat pribadi, tarif premium disesuaikan kemudian.

"Sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Pertamina," ujarnya. Tapi sejak dini, Parno mengatakan, hal tersebut bisa membikin gesekan sosial. "Tak semua orang (konsumen) bisa diatur segampang itu."

Ia mengatakan pengklasifikasian motor dan kendaraan roda empat pribadi sebagai penentu harga BBM. "Bisa saja kan orang sedang perlu darurat, pinjam mobil temannya, tak punya uang untuk isi premium (harga baru), kami bisa repot," ujarnya.

SPBU ini berdiri sejak Februari 2012, dikelola oleh PT Nusa Dewa Natura. Dalam sehari, mereka menghabiskan 15-16 ribu liter premium, 2.500 liter solar, dan 2.500 liter Pertamax. Parno tak khawatir jumlah konsumsi BBM di SPBU-nya berkurang paska kenaikan BBM. Ia hanya takut, kebijakan yang tak tepat, malah menambah masalah di lapisan masyarakat paling bawah.

M. ANDI PERDANA

Topik Terhangat:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

Berita Terkait

BBM Naik, Pertumbuhan Ekonomi Terganjal 

Kemenhut Ingin Semua Kayu Bersertifikasi Legal

Kuartal I, Tunas Ridean Jual 13 Ribu Mobil Baru 

PT Timah Anggarkan Belanja Modal Rp 1,4 Triliun  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...