Harga Produk di Tokopedia Sempat Rp 0 Semua, Apa Penyebabnya?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ada hal yang janggal terjadi di aplikasi Tokopedia, Senin (17/4/2021). Sejumlah pengguna melaporkan semua produk yang dipajang dihargai Rp 0.

Pantauan Tekno Liputan6.com, beberapa pengguna melaporkan keanehan ini melalui di Twitter dengan me-mention akun @TokopediaCare.

"@TokopediaCare halo kenapa semua toko saya lihat di app harusnya nol ya? Seolah2 tidak ada stock semua," kicau seorang pengguna.

"@TokopediaCare selamat pagi, saya menemukan bug pada aplikasi tokopedia saat melihat barang yang hendak dibeli seluruhnya Rp 0, apakah bisa dibantu?," lapor pengguna lainnya.

Untuk menjawab kejanggalan yang terjadi, admin @TokopediaCare yang menangani keluhan pelanggan kemudian merespons cuitan pengguna.

Tokopedia membenarkan adanya kendala yang menyebabkan harga produk di Tokopedia menjadi Rp 0 semua.

"Hai Toppers, Ebita infokan jika sebelumnya ada pengembangan sistem yang mengakibatkan stok produk kosong di beberapa toko di Tokopedia dan harga produk menjadi Rp 0. Saat ini kendala sudah disesuaikan oleh Tim Terkait. Apabila Kakak masih berkendala silakan untuk melampirkan," tulis @TokopediaCare.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Namun tampaknya, tak semua pengguna Tokopedia mengalami masalah tersebut. Dan saat ini keanehan itu sudah pulih.

Tokopedia Masuk Daftar Perusahaan Teknologi dengan Pertumbuhan Tercepat di Asia Pasifik

Aplikasi Tokopedia Seller di bulan Ramadan 2021.
Aplikasi Tokopedia Seller di bulan Ramadan 2021.

Di samping masalah tersebut, Tokopedia berhasil membawa Indonesia masuk dalam daftar Deloitte Technology Fast 500 Asia Pacific 2020 atau peringkat perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik untuk pertama kalinya.

Adapun Tokopedia berhasil menduduki peringkat 94 dari 500 perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik.

Tokopedia juga menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar untuk tahun ini. Sebagai informasi, peringkat ini didasarkan pada persentase pertumbuhan pendapatan selama tiga tahun.

Sementara Tokopedia sendiri berhasil tumbuh 608 persen selama periode tersebut. Secara keseluruhan, perusahaan yang masuk dalam daftar ini memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata 551 persen.

Menurut COO Tokopedia, Melissa Siska Juminto, pertumbuhan pendapatan perusahaan mencapai 608 persen selama tiga tahun terakhir tidak lepas dari implementasi tiga DNA perusahaan, yakni focus on consumer, growth mindset, dan make it happen & make it better.

"Merupakan suatu kehormatan untuk masuk sebagai perusahaan teknologi Indonesia pertama di Deloitte Technology Fast 500 Asia Pasifik 2020," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (18/4/2021).

Lebih lanjut Melissa menuturkan ke depannya Tokopedia akan terus menjadi perusahaan teknologi yang memungkinkan masyarakat Indonesia memulai dan menemukan apa pun. Hal itu sejalan dengan misi perusahaan untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Tokopedia baru-baru ini juga melaporkan pertumbuhan jumlah penjual di platformnya dari 7,2 juta sebelum pandemi di Januari 2020 menjadi lebih dari 20 juta penjual saat ini. Pengguna aktif bulanan juga bertumbuh dari 90 juta sebelum pandemi menjadi lebih dari 100 juta saat ini.

Tokopedia Tawarkan Layanan Asuransi Covid-19 dengan Premi Terjangkau

Tokopedia hadirkan layanan Proteksi Covid-19 untuk para pengguna. (Foto: Tokopedia)
Tokopedia hadirkan layanan Proteksi Covid-19 untuk para pengguna. (Foto: Tokopedia)

Di sisi lain,Tokopedia baru saja meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru yang diberi nama Proteksi Covid-19. Sesuai namanya, produk ini hadir untuk mempermudah masyarakat mendapatkan perlindungan lebih dari risiko Covid-19 dan kecelekaaan dengan premi sangat terjangkau.

Head of Investment & Insurance Tokopedia , Marissa Dewie, menuturkan proses klaim asuransi in sangat mudah dan cepat. Sebab, semuanya bisa dilakukan secara online.

"Masyarakat bisa mendapat kompensasi hanya dengan menyertakan hasil PCR keterangan positif Covid-19. Masa tunggunya pun hanya tujuh hari," tutur Marissa dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (13/4/2021).

Proteksi Covid-19 di Tokopedia ini hadir dengan tiga layanan berbeda yang dapat dipilih sesuai kebutuhan konsumen. Ada tipe Basic dengan premi sebesar Rp 10.000 dan memiliki pertanggungan mencapai Rp 1 juta untuk pelanggan yang terdiagnosa positif Covid-19 dan Rp 5 juta jika meninggal.

Lalu ada tipe Standar dengan biaya premi yang dibayarkan Rp 19.000. Untuk tipe ini, pengguna Tokopedia yang terjangkit Covid-19 akan mendapatkan pertanggungan Rp 1,2 juta dan Rp 6 juta apabila meninggal.