Harga Pupuk Melejit, 1.228 Ton Urea Gratis Disiapkan untuk Petani Situbondo

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Bupati Situbondo Karna Suswandi mengatakan, Pemkab akan membagikan pupuk urea gratis untuk meringankan beban petani di daerahnya.

Harga pupuk non-subsidi melambung tinggi, yakni mencapai sekitar Rp 945 ribu per kuintal. Kondisi ini membuat petani di sejumlah daerah menjerit.

"Harga pupuk urea non-subsidi saat ini sangat tinggi, yakni Rp9.475 per kilogram atau hampir menyentuh Rp1 juta per kuintal," kata Bung Karna, Situbondo, dikutip dari Antara, Senin (22/11/2021).

Melambungnya harga pupuk urea non-subsidi sangat memberatkan para petani di Situbondo, khususnya bagi mereka yang berada di ekonomi lemah. Oleh karena itu, menurut Bung Karna, bantuan pupuk urea gratis untuk para petani sangat tepat.

"Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap rakyat. Untuk mekanisme pendistribusian kepada para petani, besok akan kami rapatkan dengan teman PPL. Insya-Allah pendistribusiannya pada awal Desember 2021," tuturnya.

Bupati Karna Suswandi menyebutkan, ada ada 1.228 ton pupuk urea yang dibeli pemerintah untuk didistribusikan kepada petani di Situbondo

Dari jumlah 1.228 ton itu, lanjut dia, jumlah ini berkurang seiring dengan kenaikan harga pupuk urea non-subsidi yang mencapai 9.475 per kilogram.

"Semula kami menyasar petani yang memiliki lahan 400 desiare ke bawah. Tapi karena berkurang tonasenya akibat kenaikan harga pupuk, bantuan akan diberikan pada petani yang hanya memiliki lahan 200 desiare ke bawah," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rp 13 Miliar

Pemkab Situbondo menyampaikan untuk pembelian pupuk urea non-subsidi ini mencapai sekira Rp13 miliar.

"Total yang akan kami gelontorkan sesuai harga baru, mencapai 1.228 ton pupuk urea," ucapnya.

Bupati Karna Suswandi bersyukur, karena di tengah harga pupuk urea meroket, pemerintah bisa hadir memberikan bantuan pupuk urea non-subsidi gratis kepada ribuan petani.

"Bagi petani yang belum masuk persyaratan, harap bersabar. Karena tahun depan akan kami anggarkan kembali," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel