Harga saham naik, Bukopin makin fokus transformasi bisnis

Kelik Dewanto
·Bacaan 3 menit

PT Bank Bukopin Tbk makin fokus melakukan transformasi bisnis seiring kenaikan harga saham emiten bersandi BBKP itu sejak KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali.

"Kami bersyukur kepercayaan investor, nasabah, dan para pemangku kepentingan terhadap upaya perubahan dan perbaikan Bukopin terus tumbuh semakin besar. Dukungan penuh Kookmin Bank dan investor ini tentu menambah keyakinan kami untuk terus melanjutkan transformasi bisnis yang menjadi fokus manajemen Bukopin dan Kookmin," kata Presiden Direktur Bukopin Rivan A Purwantoro dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Baca juga: Sesuaikan kebutuhan pasar, Bukopin diversifikasi layanan produk

Sejak KB Kookmin memperbesar kepemilikannya dan menjadi pemegang saham pengendali di Bukopin melalui Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) pada Juli 2020 lalu, saham Bukopin telah melaju hingga 256 persen.

Pada penutupan pekan kemarin, saham berkode BBKP tersebut berada di harga Rp635 per saham. Harga saham tersebut naik tajam daripada harga saat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengesahkan Kookmin menjadi pemegang saham pengendali Bukopin pada 30 Juli 2020 sebesar Rp178 per saham.

KB Kookmin masuk ke Bukopin melalui beberapa tahapan. Pada fase pertama, Kookmin masuk dalam PUT IV dengan menggenggam sebanyak 2,56 miliar saham baru di harga Rp 560 per saham pada 22 Juli 2018. Hasilnya KB Kookmin memiliki 22 persen saham Bukopin. Setelah itu di PUT V yang berlangsung akhir Juli 2020, Kookmin menambah sebanyak 2,97 miliar lembar saham baru dan resmi menjadi PSP dengan kepemilikan 33,9 persen.

Rivan menambahkan transformasi yang kini tengah dijalankan akan semakin memperkuat fundamental perusahaan, terutama dalam memperluas segmen bisnis dan menangkap potensi pasar baru melalui kekuatan digital banking.

Langkah tersebut, lanjutnya, juga menjadi salah satu fokus perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas Bank Bukopin dalam mendukung sektor kredit UMKM sebagai sektor andalan perusahaan.

Sebagai bagian dari proses transformasi, melalui RUPSLB yang berlangsung pada 22 Desember 2020, Bukopin melakukan pergantian nama dan logo perseroan.

Strategi itu merupakan upaya peningkatan citra dan reputasi perseroan (rebranding), serta mengkombinasikan kekuatan merk perseroan yang sudah ada dengan kekuatan merk KB Kookmin sebagai pemegang saham pengendali dan majority shareholder.

"Sebagai afiliasi KB Kookmin, berbagai strategi akan dijalankan dengan partisipasi manajemen untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dan Korea. Melalui transformasi ini, kami berkeyakinan mampu melahirkan Bukopin yang lebih baik demi terciptanya produk dan layanan yang sesuai kebutuhan nasabah. Sehingga bisa menjadi lembaga perbankan ternama dan kompetitif di Indonesia," kata Rivan.

Rivan menuturkan, kepercayaan masyarakat terhadap Bank Bukopin terus meningkat dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Bersama dengan KB Kookmin, perusahaan tengah menjalankan strategi Korean Link yang memiliki kontribusi luar biasa dengan target Desember mencapai Rp2 triliun.

Chief Financial Officer Bank Bukopin Seng Hyup Shin menyampaikan, sektor UMKM yang masih menjadi andalan Bank Bukopin terkena imbas yang signifikan akibat kondisi pandemi COVID-19. Menanggapi kondisi tersebut, perusahaan menyiapkan langkah antisipasi untuk tetap menguatkan fundamental perusahaan dimana sektor UMKM menjadi portofolio yang dominan bagi Bank Bukopin.

Menurut Seng Hyup perseroan akan meningkatkan kualitas kredit, pendanaan, dan memperbaiki internal. Guna memperbaiki kualitas aset, Bank Bukopin menambah unit baru untuk mengelola aset dan kredit berisiko. Selain itu, Kookmin akan menempatkan beberapa eksekutif tambahan dari KB Kookmin untuk mempercepat proses koreksi.

"Kami juga tetap fokus untuk terus memperkuat CAR menjadi 16,32 persen. Modal baru yang di berikan KB Kookmin juga kami manfaatkan untuk meningkatkan program deposito perusahaan, sehingga kepercayaan masyarakat akan terus meningkat dan diikuti dengan perbaikan kualitas pendanaan bank," ujar Seng.

Terkait dengan proses restrukturisasi kredit, sampai kuartal III 2020 Bank Bukopin telah melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp24,5 triliun dimana Rp18 triliun atau 73 persen di antaranya disebabkan karena nasabah terdampak COVID-19.

Baca juga: Dampak pandemi, Bukopin restrukturisasi kredit Rp24,5 triliun
Baca juga: Bukopin: Kookmin masuk, dana nasabah asal Korea tambah Rp1,6 triliun