Harga Sedang Meroket, Waspada 'Ninja Sawit' Bergerilya di Kebun Warga Riau

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Harga sawit di Riau sedang meroket bahkan tertinggi dalam sejarah. Hal itu tak lepas dari produktivitas kebun masyarakat dan perusahaan, termasuk PT Perkebunan Nusantara V.

Di sisi lain, meroketnya harga sawit selalu dimanfaatkan pencuri atau lebih dikenal dengan "ninja sawit" memanen kebun milik orang lain ataupun perusahaan. Hal bisa berdampak buruk karena pencuri menjual lebih murah dan juga berpengaruh kepada produktivitas kebun.

Terkait ini, Polda Riau menyatakan siap mendukung dan memperkuat pengamanan perkebunan sawit milik negara, PTPN V. Termasuk juga kepada petani lainnya mengingat harga komoditas ini sedang di atas angin.

"Titik mana yang memerlukan kehadiran polisi, (disaat) buah lagi bagus, namun rawan pencurian, nanti kita bantu silahkan koordinasi dengan kami," kata Kapolda Riau Irjen Agung Imam Setya Imam Effendi di kantor PTPN V, Kamis siang, 26 Agustus 2021.

Dalam kunjungan ke kantor pusat Holding Perkebunan Nusantara di Jalan Rambutan, Kota Pekanbaru ini, Agung disambut Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa. Turut hadir Senior Executive Vice President (SEVP) Business Support PTPN V Rurianto, dan SEVP Operation PTPN V Ospin Sembiring.

Agung menyatakan, pengamanan dari pencurian ini merupakan bentuk dukungan kepada PTPN V. Apalagi kini produktivitas TBS di perusahaan ini sangat tinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri.

Produktivitas ini sangat berpengaruh pada meroketnya harga sawit dalam beberapa waktu terakhir. Ini juga menjadikan komoditas palma itu menjadi salah satu penyangga utama ekonomi Indonesia di tengah badai pandemi Covid-19.

"Jadi artinya ini kan sudah dibangun PTPN V, kami ingin berkontribusi dengan ekosistemnya. Pencurian sawit harus diatasi dan pelakunya mendapat efek jera," kata Agung.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ingatkan Setiap Polsek

CEO PTPN V Jatmiko K Santosa dan Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi. (Liputan6.com/M Syukur)
CEO PTPN V Jatmiko K Santosa dan Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi. (Liputan6.com/M Syukur)

Agung juga mengingatkan kepada setiap Polsek, agar menindak tegas pencurian sawit dengan perundangan berlaku. Jangan sampai ada pencuri berlindung kepada Peraturan Mahkamah Agung yang selalu membatasi nilai tertentu sehingga beralasan itu tindak pidana ringan.

Di sisi lain, Agung mengapresiasi strategi PTPN V yang berhasil memecahkan rekor laba tertinggi sepanjang sejarah sepanjang 2020 lalu dengan pendapatan bersih sebesar Rp417 miliar.

Laba yang diraih PTPN V itu sendiri berpotensi kembali terlampaui pada tahun ini mengingat laba bersih unaudit sepanjang semester pertama 2021 saja ini telah mencapai Rp492 miliar.

Menurut Agung, efesiensi dan strategi yang tepat membuat PTPN V menjadi perusahaan yang kuat hingga mampu terus mencatatkan kinerja gemilang. Dia turut menyinggung akan proyeksi Indonesia yang akan memasuki bonus demografi pertama pada 2024 mendatang.

Menurut Agung, kesempatan tersebut harus dapat dimaksimalkan sebaik mungkin demi meningkatkan kesejahteraan dan memajukan ekonomi bangsa.

"Bagi saya kemajuan diperoleh dari ekonomi dulu," kata Agung.

Agung menerangkan, membawa ekonomi maju itu sejatinya tergantung seberapa kuat finansial. Apalagi Indonesia akan memasuki bonus demografi pertama di 2024.

"Untuk itu, kita perlu intervensi di jalur masing-masing. Ini sawit lagi bagus hingga perlu sentuhan dan persamaan perspektif," paparnya.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Agung juga turut meninjau Control Room PTPN V. Sebuah ruangan yang berisi dengan tampilan data produksi perusahaan hingga pengiriman crude palm oil (CPO) atau minyak mentah sawit dari pabrik ke pelabuhan. Agung mengagumi pendekatan teknologi yang dilakukan perusahaan plat merah tersebut.

Kerap Hadapi Pencurian

Sementara itu, CEO PTPN V Jatmiko Santosa, mengapresiasi dukungan Polda Riau untuk anak usaha holding perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) itu. Ia mengakui bahwa pencurian masih menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi perusahaan.

Untuk itu, kini PTPN V juga tengah mengembangkan dashboard khusus memantau aksi pencurian sawit. Aplikasi itu sendiri juga terinspirasi dari Dashboard Lancang Kuning yang dikembangkan Polda Riau.

Lebih jauh, Jatmiko juga menyatakan bahwa PTPN V memiliki visi untuk meningkatkan ekonomi para petani swadaya, sesuai instruksi Presiden Jokowi.

"Kami menyampaikan terima atas dukungan penuh Bapak Kapolda Riau. Semoga sinergitas yang telah terjalin selama ini semakin baik dan menjadi bagian dari solusi akan sejumlah tantangan yang selama ini kita hadapi," ujar pria yang juga Ketua Gapki Riau tersebut.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel