Harga Sembako Lebih Mahal dari Pasar, Mensos Akan Hapus e-Warong

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan pihaknya akan menghapus program elektronik warung gotong-royong alias E-Warong. Hal tersebut disampaikan Risma dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Senin (24/5/2021).

Risma menyampaikan alasan pembubaran e-warong, yakni harga di E-Warong justru lebih mahal dari harga yang dijual di pasaran.

"E-Warong itu akan saya hapus karena kemarin saya melihat sendiri di Solo itu, masyarakat membeli telur 1 kilogram dengan harga Rp 27 ribu. Sementara di toko tak jauh dari e-Warong harga telur Rp 18.500 per kilogram," ungkap Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya itu menyatakan, penghapusan program tersebut bertujuan agar warga tidak membeli bahan pangan dengan harga yang lebih mahal. "Artinya orang miskin membeli bahan pokok yang lebih mahal karena kita yang menetapkan di tempat itu (e-Warong) harus beli," ucapnya.

Akan Dialihkan

Rencananya, kebijakan e-warong akan dialihkan atau diganti dengan pembelian pangan lewat aplikasi di warung manapun. “Nanti pakai handphone, nanti masyarakat saat bantuan datang tinggal pakai aplikasi, (tinggal) klik klik,” katanya.

Diketahui, E-Warong adalah program Kemensos dengan Bank BUMN untuk menyalurkan bantuan pangan pada Keluarga Miskin (Keluarga Penerima Manfaat), yang memiliki kartu identitas Keluarga Keluarga Sejahtera alias Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel