Harga Sembako Naik, Ribuan Warga Miskin Belum Terima Dana BLSM

Laporan Wartawan Surya,Yuli Ahmada

TRIBUNNEWS.COM,TULUNGAGUNG - Masyarakat miskin di Tulungagung dan Trenggalek belum menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) hingga Senin (24/6/2013).

BLSM yang merupakan dana kompensasi pencabutan subsidi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) itu akan dibagikan mulai 1 Juli. Padahal, harga barang-barang kebutuhan pokok sudah melonjak drastis.

"Kalau di kota-kota besar sudah dibagikan sejak 22 Juni lalu, untuk Tulungagung dan Trenggalek mulai 1 Juli, bersamaan secara nasional," kata Endro Sumartono, Kepala Kantor Pos Tulungagung, di kantornya, Senin.

Menurut dia, masyarakat miskin yang sudah terdata sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dapat mengambil dana BLSM Rp 150.000 per keluarga per bulan di kantor pos.

"Kami juga bekerjasama dengan Pemkab Tulungagung dan Pemkab Trenggalek sehingga dana BLSM nanti bisa diambil juga di kantor kecamatan," ujar Endro.

Kantor Pos Tulungagung juga membawahkan Kantor Pos Trenggalek sehingga tanggung jawab distribusi dana BLSM juga sampai Trenggalek.

Endro menjelaskan, jumlah penerima BLSM di Tulungagung tercatat 57.215 keluarga dan di Trenggalek sebanyak 55.527 keluarga.

Mereka berhak menerima dana BLSM tiap bulan selama 4 bulan, terakhir 22 Desember nanti.

Menurut dia, surat pemberitahuan BLSM akan diantarkan ke semua keluarga pemegang kartu BLT itu.

Pengirimkan surat melibatkan petugas pengantar dari Kantor Pos dan melibatkan pamong desa atau pejabat kelurahan.

Bagaimana dengan kewajiban mengantarkan langsung dana BLSM kepada penduduk lanjut usia?

"Itu sebenarnya bukan keharusan tetapi opsi. Jadi, bisa saja anggota keluarganya mengambilkan dana BLSM, dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga," paparnya.

Sementara itu, kenaikan harga barang kebutuhan pokok terjadi sejumlah pasar, antara lain di Pasar Ngemplak, kawasan kota Tulungagung.

Mamik (37), warga Desa Bendil, Kecamatan Panggungrejo, usai berbelanja di Pasar Ngemplak, menuturkan, bawang putih sekarang Rp 30.000/Kg, padahal biasanya Rp 2.000/Kg.

"Bawang merah juga naik menjadi Rp 30.000/Kg, biasanya Rp 25.000/Kg. Padahal ini belum bulan puasa. Nanti kalau sudah masuk bulan puasa, pasti naik lagi, biasanya kan begitu," keluh Mamik.

Ia menambahkan, harga kelapa yang sudah diparut kini Rp 6.000/biji, semula hanya Rp 4.500/biji. Adapun beras kualitas biasa menjadi Rp 8.000/kg, biasanya Rp 7.300/Kg. Kacang tanah mentah juga naik menjadi Rp 18.000/Kg, semula Rp 16.000.

"Tapi saya belum tega ikut menaikkan harga makanan di warung saya," ujar pedagang nasi pecel yang mengaku tidak pernah menerima dana BLT itu.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.