Harga Sewa Kantor Premium di Jakarta Masuk Peringkat Termahal di Dunia

Liputan6.com, Jakarta Lima kota di Asia Tenggara masuk ke daftar peringkat 86 penyewaan kantor premium termahal di dunia. Ini berdasarkan data dari Konsultan real estate global, JLL. 

Berdasarkan data tersebut seperti dikutip Rabu (19/2/2020), Singapura berada di peringkat ke-14 dengan sewa efektif bersih dan biaya hunian mencapai USD 117 per tahun per kaki persegi.

Harga ini setengah lebih sedikit dari harga sewa perkantoran premium di pusat distrik Hong Kong, yang merupakan submarket termahal menurut edisi kelima dari Premium Office Rent Tracker (PORT) JLL. 

Laporan ini membandingkan biaya hunian untuk bangunan kantor premium di seluruh pasar real estate terkemuka di dunia.

Harga sewa di lima kota lainnya di Asia Tenggara secara umum lebih rendah. Kota tersebut, Ho Chi Minh (#38, USD 78/sq ft), Jakarta (#55, USD 60/sq ft), Manila (#66, USD 54/sq ft), Bangkok ( #77, USD 46/sq ft) dan Kuala Lumpur (#85, USD 30/sq ft). 

Sementara itu secara global di sektor perbankan, industri keuangan terus menjadi penghuni utama ruang kantor premium, perusahaan-perusahan teknologi - khususnya platform online - memainkan peran yang lebih besar dalam mendorong permintaan ruang kantor premium.

“Sebagai negara dengan populasi nomor 4 terpadat di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia adalah pasar pertumbuhan besar bagi perusahaan-perusahaan teknologi dan operator ruang kerja bersama," ujar Kepala Riset JLL Indonesia, James Taylor dalam keterangannya.

Dikatakan jika permintaan dari perusahaan-perusahan seperti ini meningkat tajam pada periode 2017 hingga 2019 dan diharapkan pertumbuhan lebih lanjut di tahun 2020.

Kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara, termasuk Jakarta dan Kota Ho Chi Minh, sekarang bersaing dengan Singapura untuk menjadi Silicon Valley berikutnya.

Secara khusus, ekosistem perusahaan start-up teknologi yang tumbuh dengan cepat mengalihkan perhatian sebagian penanam modal dan investor ekuitas swasta dari Singapura.

Pada akhirnya, mereka dapat bersaing dengan Singapura yang memiliki posisi sebagai pusat investasi dan inovasi di Asia. Unduh laporan Premium Office Rent Tracker di sini

Di Singapura, menurut Singapore Economic Development Board (EDB), 80 dari 100 perusahaan teknologi global teratas, dan lebih dari 4.000 perusahaan baru yang tumbuh di dalam negeri dan internasional dari seluruh dunia telah beroperasi di Singapura.

Mereka termasuk perusahaan-perusahaan internet seperti Google, Facebook dan LinkedIn, perusahaan-perusahaan ekonomi baru yang bergerak di bidang e-commerce atau bisnis online seperti Shopee, Razer dan Grab, serta produsen perangkat keras teknologi seperti Acer, Apple, Dell dan Siemens. 

 

Bandingkan dari 86 Pasar

Ilustrasi kantor dan tempat kerja. (iStockphoto)

Dalam edisi kelima dari Premium Office Rent Tracker (PORT) ini, JLL membandingkan biaya okupansi yang serupa untuk seluruh 86 pasar kantor utama di 73 kota. 

PORT terdiri dari elemen-elemen kunci dari biaya-biaya hunian - sewa efektif bersih, biaya layanan dan pajak pemerintah – menggunakan semua standar untuk memungkinkan perbandingan internasional yang adil.

Walaupun hanya sebagian kecil dari basis perusahaan kota yang akan membayar sewa premium, PORT menyediakan barometer yang berguna untuk biaya relatif.

 Total biaya okupansi rata-rata dari lima pasar di Asia Tenggara adalah sebagai berikut:  

                      Kota             Total Biaya Okupansi (USD, sq ft/yr)

14                   Singapore           USD 117   (Rp 1,6 juta)

38                   Ho Chi Minh City  USD 78     (Rp 1,01 juta)

55                   Jakarta                USD 60    (Rp 820.000)

66                   Manila                 USD 54     (Rp 739.800)

77                   Bangkok              USD 46     (Rp 630.200)

85                   Kuala Lumpur       USD 30     (Rp 411.000)