Harga Tabung Oksigen di Kota Malang Kacau Jelang PPKM Darurat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Peredaran tabung oksigen terutama yang berukuran 1 meter kubik di Kota Malang, Jawa Timur, mulai langka. Penyebabnya, harga dari pemasok dianggap tidak masuk akal sehingga agen memilih tidak menyetok tabung oksigen dengan ukuran ini.

Di Wiranto Gas UD Malang, Jalan Aries Munandar, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang, misalnya. Mereka menyetok tabung oksigen dengan ukuran besar yang berkapasitas 5 meter kubik. Sebelum kasus COVID-19 meledak, sekira dua pekan lalu, harga tabung oksigen 1 meter kubik masih sekira Rp450 ribu.

"Sekarang dari sana (pemasok) menaikan harganya sampai Rp650 ribu. Harganya naik banget, kami memilih tidak kulak (belanja) lagi, karena sekarang kacau harganya," kata Pemilik Wiranto Gas UD Malang, Chandra Atjunita W, Jumat, 2 Juli 2021.

Saat harga oksigen naik menjadi Rp650 ribu, dia sempat membeli dari pemasok 25 tabung. Saat itu dia menjual paket tabung oksigen dengan regulator seharga Rp1,2 juta. Tetapi karena dirasa harganya tidak masuk akal dia memilih berhenti berjualan tabung oksigen ukuran 1 meter kubik.

"Saya waktu masih ada itu jualnya Rp1,2 juta itu sudah sama regulatornya. Tabungnya saja Rp750 ribu dan regulator Rp450 ribu. Tapi sudah habis, enggak nyetok lagi; terakhir Minggu lalu itu sisa 25 tabung, habis. Sekarang enggak nyetok lagi," kata Chandra.

Sampai saat ini permintaan tabung oksigen paling banyak dari pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Karena tidak lagi menjual tabung oksigen 1 meter kubik dia hanya melayani penjualan isi ulang oksigen.

Salah satu pembeli tabung oksigen adalah Yusuf. Warga Kota Malang itu membelikan kerabatnya asal Lawang, Kabupaten Malang, yang sedang isolasi mandiri karena positif COVID-19.

Yusuf dimintai tolong oleh kerabatnya di Kabupaten Malang untuk keperluan karantina mandiri di rumahnya. “Katanya, sulit cari di sana, jadi dimintai bantuan," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel