Hargai Perbedaan, Pemuda Madura Batal Demo di Mapolda Jatim

Bayu Nugraha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Koordinator Pemuda Madura Peduli Islam M Ali Imron menyatakan mendukung kebijakan pemerintah dan menghargai perbedaan dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kami Pemuda Madura Peduli Islam menyatakan mendukung kebijakan Pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI, dengan Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan kami anggap sebagai sebuah kekayaan budaya bangsa Indonesia,” kata Imron kepada wartawan, Kamis, 24 Desember 2020.

Ia berharap semua pihak mendukung program pembangunan Pemerintah Indonesia, Khususnya Jawa Timur untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi COVID-19.

Guna terwujudnya itu semua pihaknya berharap ada komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara Forkopimda (Umaro), dan seluruh elemen masyarakat serta Ulama dalam memelihara dan menciptakan kamtibmas yang kondusif.

M. Ali Imron juga menambahkan, pihaknya dengan sukarela membatalkan rencana diadakannya aksi yang sebelumnya dijadwalkan akan dihelat 22 Desember 2020 di depan Mapolda Jawa Timur.

“Aksi yang rencananya tanggal 22 Desember, kami nyatakan dibatalkan,” ungkapnya.

M Ali Imron menjelaskan secara keterangan tertulis, rencana aksi tersebut diurungkan lantaran kelompok tersebut mendukung kebijakan pemerintah dan menghargai sebuah perbedaan.

“Kami Pemuda Madura Peduli Islam menyatakan mendukung kebijakan Pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI, dengan Bhineka Tunggal Ika, dimana Indonesia di besarkan. Perbedaan itu juga kami anggap sebuah kekayaan budaya bangsa Indonesia,” katanya.

Baca juga: Risma Jadi Mensos, Khofifah: Semua Warga Jawa Timur Bahagia