Hari Air Sedunia, Menilik Hubungan Erat Air dengan Hutan

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Dalam rangka memeperingati Hari Air Sedunia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI menyatakan air memiliki hubungan erat dengan ekosistem lainnya demi kelestarian air. Contohnya, saja hutan.

"Cara pandang pemerintah yang tercermin dalam regulasi, ekosistem air dipandang terpisah dari air itu sendiri, hutan sebagai salah satu sumber resapan air yang penting," ungkap Manajer Kampanye Pangan, Air, dan Ekosistem Esensial WALHI Wahyu A. Perdana, kepada Antara News.

Menurutnya, eksistensi hutan sebagai daerah resapan air akan terpengaruh dengan batas minimum luas kawasan hutan yang diatur dalam Undang Undang Cipta Kerja Kluster Kehutanan.

Selain hutan, kelestarian air juga terkait erat dengan ekosistem lainnya seperti karst, gambut, dan padang lamun di pesisir. Namun, Wahyu mengatakan belum ada pandangan dan regulasinya.

Selain ekosistem di atas, dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, Wahyu juga menyoroti limbah beracun yang terkandung dalam air.

Limbah dalam Air

ilustrasi air tercemar | pexels.com/@jess-vide
ilustrasi air tercemar | pexels.com/@jess-vide

Wahyu menyoroti adanya limbah berbahaya dari air. Limbah dari kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) ini bukan satu-satunya jenis limbah yang ditemukan. Pasalnya, dia juga menemukan abu terbang dan spent bleaching earth dari proses penyulingan minyak sawit.

Untuk itu, Sahabat Fimela, kamu bisa membantu melestarikan air dengan memahami ekosistem apa saja yang terkait dengan kelestarian air. Jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar air tidak lagi tercemar.

#elevate women