Hari Buruh, Melihat Emiten dengan Jumlah Karyawan Terbanyak

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day. Hari Buruh Internasional ini dirayakan di berbagai negara. Pada 1 Mei, Pemerintah Indonesia pun menetapkan sebagai hari libur nasional.

Hari Buruh Internasional diperingati sebagai momen untuk memperingati perjuangan bersejarah buruh dan keberhasilan yang dibuat oleh gerakan pekerja dan buruh, demikian mengutip Kanal Bisnis Liputan6.com.

Hari Buruh Internasional ini berawal dari sebuah federasi internasional kelompok sosialis dan serikat buruh. Federasi tersebut menetapkan 1 Mei sebagai hari buruh pada 1889 untuk mendukung para pekerja dalam rangka memperingati kerusuhan Haymarket di Chicago pada 1886, demikian dikutip dari Britannica.

Di banyak negara, Hari Buruh Internasional ini telah diakui sebagai libur umum. Biasanya Hari Buruh Internasional diperingati dengan aksi unjuk rasa buruh yang menyampaikan sejumlah tuntutan dan mendukung para pekerja.

Pada momen Hari Buruh Internasional ini, Liputan6.com merangkum emiten yang memiliki karyawan terbanyak. Berikut sejumlah emiten atau perusahaan tercatat di Indonesia yang memiliki jumlah karyawan yang besar mengutip dari berbagai sumber, Sabtu, (1/5/2021):

1.PT Astra International Tbk (ASII)

Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Jumlah karyawan pada 2020: 187.365 karyawan

Total aset pada 2020: Rp 338,20 triliun

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2020: Rp 16,16 triliun

Pendapatan bersih pada 2020: Rp 175,04 triliun

Mengutip laporan berkelanjutan perseroan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Astra berawal pada 1957 di Jakarta.

Astra memulai bisnisnya sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama PT Astra International Inc, lalu berubah menjadi PT Astra International Tbk.

Astra menjadi perusahaan terbuka yang terdaftar di BEI sejak 1990. Nilai kapitalisasi pasar Astra pada akhir 2020 sebesar Rp 244 triliun.

2.PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Rumah Indofood meriahkan ON OFF Festival 2019 yang diselenggarakan pada 7-8 September 2019 di Istora Senayan, Jakarta.
Rumah Indofood meriahkan ON OFF Festival 2019 yang diselenggarakan pada 7-8 September 2019 di Istora Senayan, Jakarta.

Jumlah karyawan (kelompok usaha) pada 2020: 91.585 karyawan

Total aset: Rp 163,13 triliun

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk: Rp 6,45 triliun

Penjualan bersih: Rp 81,73 triliun

Mengutip laporan tahunan 2019, PT Indofood Sukses Makmur Tbk didirikan dengan nama PT Panganjaya Intikusuma pada 1990. Perseroan memiliki berbagai kegiatan usaha yang telah beroperasi sejak awal 1980-an.

Kemudian perseroan berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur Tbk pada 1994. Pada saat itu, perseroan juga mencatatkan saham di BEI. Nilai kapitalisasi pasar pada akhir 2019 tercatat Rp 69,58 triliun.

3.PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Susilo Wonowidjojo, pemilik Gudang Garam sekaligus orang terkaya ke-2 di Indonesia
Susilo Wonowidjojo, pemilik Gudang Garam sekaligus orang terkaya ke-2 di Indonesia

Jumlah karyawan pada 2020: 30.940 karyawan

Total aset: Rp 78,19 triliun

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk: Rp 7,64 triliun

Pendapatan: Rp 114,47 triliun

Mengutip laporan tahunan perseroan pada 2019, Gudang Garam didirikan di Kediri, Jawa Timur oleh Surya Wonowidjojo pada 1958. Kemudian bentuk badan hukum diubah menjadi Perseroan Terbatas pada 1971. Pada 1990, perseroan mencatatkan saham di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada saat itu.

4.PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

House of Sampoerna (Foto: Dok PT HM Sampoerna Tbk)
House of Sampoerna (Foto: Dok PT HM Sampoerna Tbk)

Jumlah karyawan pada 2020: 22.163 orang karyawan tetap

Total aset pada 2020: Rp 49,67 triliun

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2020: Rp 8,58 triliun

Penjualan bersih pada 2020: Rp 92,42 triliun

Sekilas berdirinya HM Sampoerna berawal dari industri rumah tangga yang memproduksi rokok secara komersial di Surabaya, Jawa Timur pada 1913. Pada 1930, industri rumah tangga ini resmi dibentuk dengan nama NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.

Pada 1990, HM Sampoerna menawarkan saham perdana ke public sebanyak 27 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000. Harga penawaran Rp 12.600 per saham.

5.PT Pan Brothers Tbk (PBRX)

Pekerja memotong pola di pabrik Garmen,Tangerang, Banten, Selasa (13/10/2015). Industri tekstil di dalam negeri terus menggeliat. Hal ini ditandai aliran investasi yang mencapai Rp 4 triliun (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja memotong pola di pabrik Garmen,Tangerang, Banten, Selasa (13/10/2015). Industri tekstil di dalam negeri terus menggeliat. Hal ini ditandai aliran investasi yang mencapai Rp 4 triliun (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jumlah karyawan September 2020: 36.233 karyawan

Total aset pada 30 September 2020: USD 646,27 juta

Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 30 September 2020: USD 20,58 juta

Penjualan pada 30 September 2020: USD 523,78 juta

Perseroan yang berkedudukan di Tangerang ini mulai beroperasi secara komersial pada 1981. PT Pan Brothers Tbk mencatatkan saham perdana di BEI pada 1990. Hingga 31 Desember 2019, PT Pancaprima Ekabrothers (PPEB), PT Hollit International (HI), Continent 8 Pte Ltd. (C8), PT Ocean Asia Industry (OAI).

Selain itu, PT Apparelindo Prima Sentosa (APS), PT Eco Smart Garment Indonesia (ESGI), Cosmic Gear Ltd (CG), PT Prima Sejati Sejahtera (PSS), PT. Teodore Pan Garmindo (TPG), PT Victory Pan Multitex (VPM), PT Berkah Indo Garmen (BIG), PB International BV (PBI) dan PB Island (PBL).

Ekspor PBRX antara lain ke Amerika Serikat, Eropa Barat dan Timur, Kanada, Asia, Australia, Selandia Baru dan negara lainnya.

6.PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)

ilustrasi karyawan, pegawai, pekerja. Kredit: freepik
ilustrasi karyawan, pegawai, pekerja. Kredit: freepik

Jumlah karyawan pada 30 September 2020: 18.302 karyawan

Total aset pada 30 September 2020: USD 1,73 miliar

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 30 September 2020: USD 73,79 juta.

Penjualan pada 30 September 2020: USD 909,09 juta

Sekilas perseroan yang dikutip dari laporan tahunan 2019, perseroan berawal dari sebuah perusahaan perdagangan tradisional yang menjual produk tekstil bernama Sri Redjeki yang berada di Pasar Klewer, Solo yang didirikan H.Lukminto pada 1966.

Sritex berkembang dengan memproduksi kain yang dikelantang dan dicelup di pabrik pertama yang dibangun di Baturono, Solo pada 1968. Pada 1978, Sri Redjeki secara resmi berubah menjadi PT Sri Rejeki Isman. Perseroan resmi mencatatkan saham perdana pada 2013. Perseroan pun berubah nama menjadi PT Sri Rejeki Isman Tbk.

Hingga tahun 2019, Perusahaan memiliki empat entitas anak antara lain PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, PT Primayudha Mandiri Jaya dan Golden Legacy Pte Ltd yang mendukung bisnis perusahaan induk

7.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Ilustrasi pelayanan Bank Rakyat Indonesia.
Ilustrasi pelayanan Bank Rakyat Indonesia.

Jumlah karyawan pada 2020: 67.028 karyawan

Total aset pada 2020: Rp 1.511,80 triliun

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2020: Rp 18,65 triliun

Pendapatan bunga dan syariah pada 2020: Rp 116,93 triliun

Mengutip laman BRI, perseroan salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja pada 16 Desember 1895.

BRI awalnya bernama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992, status BRI berubah menjadi perseroan terbatas.

Kepemilikan BRI saat itu masih 100 persen di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30 persen saham BRI pada 2003, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini