Hari Diabetes Sedunia, Penelitian Membuktikan Pentingnya Aplikasi Pemantauan Diabetes secara Mandiri

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Hari Diabetes Sedunia diperingati setiap 14 November. Tahun ini bertemakan The Nurse and Diabetes, dengan tujuan meningkatkan kesadaran seputar peran penting perawat dalam mendukung orang yang hidup dengan diabetes.

Kini perawat dan pasien pun dimudahkan dengan teknologi berbasis aplikasi seperti dapat memantau pengelolaan gula darah mandiri. Bahkan, dilakukan penelitian seberapa efektifnya aplikasi untuk pasien diabetes ini.

Aplikasi Teman Diabetes mendukung penelitian ilmiah mengenai manfaat penggunaan teknologi bagi pasien diabetes. Aplikasi Teman Diabetes pun mendukung penelitian ilmiah mengenai manfaat penggunaan teknologi bagi pasien diabetes.

"Salah satu misi kami di Teman Diabetes adalah menunjang pengelolaan diabetes mandiri dengan memberikan platform bagi penyandang diabetes untuk merekam data mereka, dan menghubungkan diabetesi dengan tenaga medis ahli diabetes untuk mendapatkan arahan medis sesuai dengan kebutuhan individu para penyandang diabetes. Penelitian ini memberikan data ilmiah yang mendukung misi kami tersebut," tutur COO PT Global Urban Esensial (GUE), Ibu Tiffany Robyn dalam siaran pers yang diterima Fimela.

Robyn mengatakan hasil penelitian ilmiah ini membuat para dokter dan juga tenaga medis lainnya merekomendasikan penggunaan aplikasi Teman Diabetes kepada pasien diabetes. Selain itu dirinya juga berharap semakin banyak pasien diabetes yang mempercayakan Pengelolaan Gula Darah Mandiri (PGDM) dengan aplikasi Teman Diabetes yang memiliki fitur antara lain yakni Edukasi Dasar, Rekaman dan Telekonsultasi.

Penelitian ilmiah pertama mengenai pemanfaatan aplikasi bagi diabetesi dilakukan oleh Teman Diabetes dan Magister Farmasi Klinik Universitas Gadjah Mada (MFK UGM) pada Januari hingga Mei 2020. Penelitian tersebut bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan aplikasi Teman Diabetes dalam menaikkan pengetahuan diabetes, aktivitas perawatan diri dan perbaikan nilai klinis perawat penyandang diabetes tipe 2.

Tim peneliti riset ini adalah Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt selaku peneliti utama, Apt. Nidaul Hasanah, M. Clin, Pharm, dan Apt. Perdani Adnin Maisyah, M. Clin, Pharm. Riset tersebut menggunakan desain quasi-experimental dengan membandingkan perubahan pada grup intervensi dan grup kontrol. Pada grup intervensi adalah kelompok sampel yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes, sedangkan kelompok lainnya tidak. Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hasil penelitian

Waspada Diabetes pada Anak (Wavebreakmedia/Shutterstock)
Waspada Diabetes pada Anak (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Sebanyak 124 penyandang diabetes tipe 2 menjadi sampel penelitian ini. Terdapat 80 persen sampel berusia 50-65 tahun dan 20% berusia 30-49 tahun. Pasien pria dalam penelitian ini sebanyak 46% dan 54% lainnya adalah wanita.

Mereka yang telah dibagi dua kelompok dalam penelitian ini diminta menjalani pemeriksaan HbA1c atau hemoglobin terglikosilasi. Selain itu dilakukan pula pemeriksaan glukosa plasma puasa sebelum dan sesudah 3 bulan masa intervensi. Pemeriksaan tersebut menggunakan sampel darah kapiler.

Berdasarkan nilai klinis setelah 3 bulan, terdapat penurunan nilai rata-rata HbA1c pada grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes lebih signifikan dibandingkan dengan grup yang tidak menggunakan aplikasi Teman Diabetes. Begitu pula dengan nilai rata-rata gula darah puasa pada pasien di grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes menurun hingga 71,4 mg/dl sedangkan rata-rata gula darah puasa grup yang tidak menggunakan aplikasi Teman Diabetes meningkat hingga 72,4 mg/dl.

Berikut hasil nilai klinis tersebut selengkapnya:

● Penurunan nilai rata-rata HbA1c pada grup pengguna aplikasi Teman Diabetes (-0.7 ± 0.9%, p-value < 0.001) lebih banyak secara signifikan daripada penurunan nilai rata-rata HbA1c pada grup yang tidak menggunakan aplikasi Teman Diabetes (-0.1 ± 1.1%, p-value 0.17

)● Nilai rata-rata gula darah puasa mengalami kenaikan pada grup yang tidak menggunakan aplikasi Teman Diabetes (+7.6 ± 72.4 mg/dl, p-value 0.78) dan mengalami penurunan pada grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes (-25 ± 71.4 mg/dl, p-value < 0.001)

● Penurunan nilai HbA1c dan gula darah puasa yang lebih banyak pada grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes menandakan bahwa penggunaan aplikasi Teman Diabetes mempunyai potensi dalam memperbaiki hasil klinis pengguna.

Selanjutnya pada skoring peningkatan pengetahuan diabetes selama 2 bulan, grup yang menggunakan aplikasi Teman Diabetes lebih tinggi dibandingkan grup yang tidak menggunakan aplikasi tersebut. Adapun komponen pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan umum, pengetahuan mengenai gaya hidup dan kepatuhan pengobatan, serta pengelolaan nilai glikemik.

“Penelitian menemukan bahwa penggunaan aplikasi Teman Diabetes selama 2 bulan menaikkan tingkat pengetahuan diabetes pengguna. Serta menemukan bahwa penggunaan aplikasi Teman Diabetes untuk membantu perawatan diabetes mandiri dapat memberikan efek perbaikan nilai klinis yang ditandai dengan penurunan angka HbA1c," kata Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt

#changemaker