Hari Ibu dan Para Perempuan Hebat di Dunia Antariksa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Memperingati Hari Ibu Nasional ke-92, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mengadakan webinar seputar para tenaga kerja perempuan yang bekerja di bidang antariksa. Lapan mengusung tema "Perempuan dan Antariksa" dalam acara yang diadakan pada Selasa (22/12/2020).

LAPAN turut mengundang beberapa pembicara yakni Lilis Mariani selaku Kepala Pusat Teknologi Roket LAPAN, Wiwiek Utami Dewi & Nayla Najati sebagai Perekayasa Pusat Teknologi Roket LAPAN, Fitri Nuraeni selaku Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan dan Nanin Anggraini selaku Peneliti Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN.

Para pembicara yang hadir merepresentasikan bahwa LAPAN memiliki tenaga kerja perempuan yang menjadi ahli profesional di bidang sains dan teknologi penerbangan serta antariksa.

Tujuan dari acara tersebut diharapkan untuk memacu semangat para perempuan untuk menggapai cita-cita di bidang penelitian dan perekayasaan.

Para Ibu di Dunia Aerospace

Astronot AS Karen Nyberg berharap dia bisa pergi ke Bulan, tetapi kini ia fokus ingin menginspirasi wanita untuk menjelajah angkasa luar. (NASA/AUBREY GEMIGNANI
Astronot AS Karen Nyberg berharap dia bisa pergi ke Bulan, tetapi kini ia fokus ingin menginspirasi wanita untuk menjelajah angkasa luar. (NASA/AUBREY GEMIGNANI

Lilis Mariani memaparkan bahwa terdapat beberapa tokoh astronaut internasional yang memiliki latar belakang sebagai seorang ibu. Mereka adalah Anna Fischer, Laurel Van der Wal dan Katherine Johnson.

Anna Fischer merupakan ibu pertama yang menjadi astronaut, ia juga diketahui terbang ke luar angkasa dengan menggunakan pesawat Space Shuttle Discovery tahun 1984. Kemudian, Laurel Van del War juga merupakan tokoh wanita dalam dunia antariksa, ia merupakan teknisi pesawat luar angkasa yang bekerja di NASA.

Sedangkan, Katherine Johnson merupakan matematikawati yang menghitung trajectory/orbital mechanics roket berawak. Lilis juga menyampaikan bahwa tidak sedikit perempuan di Indonesia atau ibu di Indonesia yang sekarang ini bekerja di bidang antariksa.

Namun, ia juga menyampaikan bahwa banyak perempuan di Indonesia yang masih ragu untuk berkarier dalam bidang antariksa. Hal tersebut disebabkan karena adanya stigma bahwa bidang ini hanya ditujukkan untuk laki-laki ataupun kurangnya dukungan untuk berani berkarier di bidang ini.

"Sampai saat ini, belum ada perempuan Indonesia yang bekerja di International Space Station (ISS). Namun, jika perempuan Indonesia terus belajar dan berkarya maka hal itu dapat terwujud," ujarnya.

Peran Nyata Perempuan di LAPAN

Webinar Lapan RI (Dok. Webinar/Tangkapan Layar Zoom).
Webinar Lapan RI (Dok. Webinar/Tangkapan Layar Zoom).

Wiwiek Utami juga memaparkan cerita mengenai pengalaman kerjanya di LAPAN RI. Ia telah bekerja selama 13 tahun dalam bidang antariksa tersebut.

Sekarang ini, Wiwiek memiliki tugas sebagai Group Leader yang memiliki kewajiban untuk membawahi beberapa bagian pekerjaan lainnya. Ia menyampaikan bahwa LAPAN RI memiliki banyak tenaga kerja wanita dan beberapa di antaranya mengisi posisi yang cukup tinggi.

Hal tersebut membuktikan bahwa baik perempuan atau laki-laki, keduanya memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier di bidang antariksa. Ia juga menjelaskan bahwa tenaga kerja wanita di LAPAN turut diikut sertakan dalam kegiatan liner & thermal insulation manufacturing, propellant manufacturing, composite manufacturing dan group leader rocket motor.

Di balik semua pekerjaan tersebut, Fitri Nuraeni yang berprofesi sebagai peneliti LAPAN, menyampaikan bahwa terdapat resiko yang harus dihadapi oleh tenaga kerja perempuan. Salah satunya adalah bahaya radiasi saat melakukan kerja lapangan.

Oleh karena itu, peran perempuan dalam bidang antariksa tidak dapat disepelekan. Perempuan juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendalami bidang antariksa.

Reporter: Ruben Irwandi

Infografis Hari Ibu

Angka Kematian Ibu di Indonesia
Angka Kematian Ibu di Indonesia

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: