Hari ini Anas Urbaningrum Diperiksa KPK

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat panggilan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Anas akan dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus proyek pusat pendidikan dan latihan olahraga Hambalang pada Rabu (27/6) ini.

"Kami panggil Anas besok (hari ini, Red) sebagai terperiksa dalam penyelidikan Hambalang," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP, saat dihubungi pada Selasa (26/6).

Johan mengatakan surat panggilan untuk Anas dilayangkan pada Senin lalu. Surat itu dikabarkan langsung dikirim ke rumah Anas di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Anas disebut-sebut terlibat dalam proyek Hambalang. Menurut bekas koleganya, M. Nazaruddin, PT Adhi Karya menggelontorkan duit Rp 100 miliar sebagai imbalan mendapatkan proyek.

Sebanyak Rp 50 miliar mengalir ke Kongres Demokrat di Bandung pada 2010. Tujuannya untuk memenangkan Anas sebagai ketua. Sebagian lagi mengalir ke Senayan. Anas berulang kali membantah tuduhan Nazaruddin. "Tak ada uang. Yang ada cuma daun jambu," katanya ketika itu.

Johan berharap Anas bisa memenuhi panggilan. Menurutnya, keterangan Anas dibutuhkan untuk melengkapi berkas. "Tentu kami berharap, Anas bisa datang. Demi kelancaran proses penyelidikan," katanya.

Mengenai pemeriksaan ini, Anas belum memberikan komentar. Saat dihubungi, Anas belum menanggapinya. Namun Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa, memastikan Anas akan memenuhi undangan KPK.

"Anas sedang ada agenda acara di daerah sampai Kamis. Tetapi karena ada permintaan keterangan, Insya Allah hadir. Meskipun belum baca suratnya. Anas baru tahu infonya dari berita," ujar Saan, kemarin.

Seperti diketahui, proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, menjadi perhatian publik. Karena proyek raksasa itu kerap disebut mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Nama Anas pun paling sering disebut Nazaruddin. Sebelumnya Anas Urbaningrum membantah terlibat. Anas berkali-kali menegaskan sama sekali tidak terkait kasus pembebasan tanah yang akan digunakan untuk proyek pusat olahraga senilai Rp 1,2 triliun lebih itu.

"Tidak ada, tidak ada, tidak ada. Saya bukan pengurus sertifikat. Saya bukan penyuruh pengurus sertifikat. Saya bukan calo sertifikat, saya bukan ahli sertifikat," kata Anas saat melakukan kunjungan di DPC Garut, beberapa waktu lalu.

Anas pun menegaskan, jika terlibat, maka Anas siap digantung. "Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di monas (monumen nasional)," tegasnya, Jumat 9 Maret 2012.

Dalam kasus ini, KPK juga sudah memeriksa istri Anas, Athiyya Laila, pada 26 April 2012. Athiyya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Dutasari Citralaras dan keterlibatan perusahaan itu sebagai subkontraktor proyek Hambalang.

Pengusutan kasus ini semakin menarik. Karena di tengah pembangunan dan pengusutan KPK, dua bangunan di proyek itu roboh. Tanah yang berada di bawahnya ambles.

Berita Terkait: Kasus Hambalang
  • KPK Dalami Penyalahgunaan Wewenang Kasus Hambalang
  • PPATK: Uang Hambalang Mengalir ke Individu dan Perusahaan
  • Miing Terkejut Rp 2,5 Triliun Proyek Hambalang Sudah…
  • KPK: Total Dana Cair Proyek Hambalang Rp 2,5 Triliun
  • Datangi KPK, Diana Serahkan Bukti Aliran Uang di Kongres…
  • Adyhaksa Tuding Andi Mallarangeng Akali Proyek Hambalang
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.