Hari Ini, Pemerintah RI Terima 10 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac

·Bacaan 3 menit

VIVA –Hari ini pemerintah kembali menerima 10 juta Sinovac dalam bentuk bulk atau bahan baku. Vaksin produksi Sinovac Biotechnology Ltd tersebut tiba di tanah air dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 891.

"Hari ini kita kembali kedatangan 10.000.280 dosis bahan baku vaksin Sinovac termasuk termasuk overfill 10% dan 1 RKN Reagent," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangannya, Senin 12 Juli 2021.

Menkes menjelaskan, kedatangan vaksin Sinovac ini menambah jumlah vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku menjadi 115.500.280. Yang setelah diolah Bio Farma menjadi 93 juta dosis vaksin jadi Sinovac.

Dia menyebut, kedatangan vaksin ini merupakan bagian upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi untuk mempercepat terbangunnya kekebalan kelompok. Termasuk memenuhi target dua juta vaksinasi tiap hari di bulan Agustus.

"Percepatan vaksinasi menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk menanggulangi lonjakan kasus yang saat ini sedang terjadi," kata Menkes Budi.

Menkes menambahkan, pelaksanaan protokol kesehatan dan pengetatan aktivitas masyarakat melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Mikro serta penguatan 3 T (testing, tracing, treatment) tidak lengkap apabila aktivitas vaksinasi tidak berjalan dengan baik.

Dengan melengkapi upaya pencegahan melalui vaksinasi akan membantu menurunkan laju penularan dengan cepat dan mengendalikan pandemi jauh lebih baik. Oleh karenanya, dia mengajak masyarakat bergotong royong dengan pemerintah untuk menyukseskan program vaksinasi.

"Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia. Mari segerakan vaksinasi. Untuk percepatan mencapai kekebalan komunal," ujar Menkes Budi.

Terobosan baru, layanan vaksinasi di bandara

Di sisi lain, dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi nasional, Kantor Kesehatan Pelabuhan-Kementerian Kesehatan (KKP-Kemenkes) Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (AP II), dan Traveloka hari ini meluncurkan layanan ‘Vaksinasi di Bandara yang berlokasi di Terminal 2 dan Terminal 3, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Banten.

Layanan vaksinasi ini beroperasi setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB pada tanggal 12-25 Juli 2021 dengan menyasar masyarakat umum usia 18 tahun ke atas termasuk lansia, tanpa syarat domisili. Menargetkan 14.000 penerima vaksin untuk dosis pertama selama 2 minggu periode pelaksanaan, inisiatif ini merupakan upaya bersama antara pemerintah dengan pihak swasta (public-private partnership/PPP) dalam mempercepat pembentukan herd immunity yang saat ini menjadi fokus pemerintah.

"Target kami untuk dapat melakukan vaksinasi 1-2 juta dosis setiap harinya. Untuk itu, kerja sama dengan berbagai pihak sangat diperlukan, seperti yang dilakukan oleh Kemenkes, KKP, AP II, dan Traveloka untuk. Kami berharap layanan ini dapat membantu upaya pemerintah memperluas cakupan vaksinasi dan mempermudah masyarakat Indonesia dalam mendapatkan vaksinasi COVID-19, harapannya agar kekebalan kelompok (herd immunity) dapat segera tercipta,” kata Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM. MARS.

Di sisi lain, Executive General Manager, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, menjelaskan, pemilihan lokasi vaksinasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga dinilai tepat mengingat bandara merupakan salah satu pintu keberangkatan dan kedatangan dengan traffic yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, kata dia menghadirkan fasilitas vaksinasi di bandara diharapkan dapat memudahkan orang yang akan melakukan perjalanan untuk melindungi dirinya maupun daerah tujuannya.

"Tak hanya bagi orang yang melakukan perjalanan saja, kami juga membuka layanan ini untuk masyarakat umum, termasuk masyarakat yang berada di wilayah sekitar bandara, guna mendorong terbentuknya herd
immunity di Jabodetabek. Kami berharap inisiatif bersama ini dapat berkontribusi untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi," ujar Agus.

Director of Transport, Traveloka, Iko Putera, mengungkapkan, layanan Vaksinasi di Bandara merupakan salah satu manifestasi dari komitmen pihaknya untuk membantu upaya pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 di tanah air.

"Merupakan kehormatan bagi kami untuk mendapatkan kepercayaan dari Kemenkes, KKP, dan juga APII untuk turut berpartisipasi dalam gelaran ini, yang mana sejalan dengan inisiatif kami sebelumnya untuk menghadirkan Sentra Vaksinasi COVID-19 Traveloka di Yogyakarta dan Tangerang Selatan," kata Iko.

Nantinya masyarakat dapat memanfaatkan teknologi di platform Traveloka memudahkan masyarakat untuk melakukan registrasi secara online dengan mengedepankan penjadwalan vaksinasi yang terstruktur guna menghindari penumpukan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel