Hari Ini Waktu Subuh, Posisi Bulan Tepat di Atas Kabah

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa atau LAPAN mengumumkan Bulan Purnama akan berada tepat di atas Kabah, Jumat hari ini, 29 Januari 2021 pukul 04.43 WIB dan 05.53 WITA usai Salat Subuh, sehingga menjadi momentum untuk meluruskan kiblat bagi umat Muslim di Tanah Air.

Pada momen tersebut, Bulan Purnama akan berada tepat di atas Kabah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, atau disebut Malam Tanpa Bayangan Bulan (MTBB). MTBB adalah malam di mana Bulan memasuki fase purnama dengan posisi tepat berada di atas zenit sehingga seolah-olah tidak ada bayangan yang terbentuk.

Baca: Batu Berbentuk Berlian Temani Joe Biden Kerja di Gedung Putih

Mengutip situs Edukasi Sains LAPAN, MTBB akan berlangsung pada Jumat dini hari ini pukul 00.43 waktu Arab Saudi. Di Indonesia, fenomena ini terjadi pada pukul 04.43 WIB atau 05.53 WITA dengan ketinggian 89,855 derajat dan berjarak 381.112,35 km.

Puncaknya akan terjadi pada pukul 22.16 waktu Arab Saudi malam nanti, di mana piringan Bulan yang menghadap ke Bumi akan bercahaya dengan luasan 99,87 persen dan diameter sudut 0,52 derajat.

Momen ini bisa digunakan untuk meluruskan arah kiblat bagi umat Muslim di berbagai belahan dunia dengan memanfaatkan arah Bulan yang sedang berada tepat di atas Kabah.

Namun, untuk umat Muslim yang ada di Maluku dan Papua tak dapat meluruskan kiblat dengan melihat arah Bulan. Pasalnya, bulan sudah terbenam ketika mencapai posisi puncak di atas Kabah.

Sedangkan untuk Pulau Halmahera, Pulau Timor, Pulau Rote, Pulau Buru, Pulau Seram bagian barat, Kepulauan Lembata, letak Bulan dan Matahari akan ada di atas ufuk ketika MTBB di Kabah.

Fenomena ini akan kembali terjadi pada 21 Januari 2038 pukul 00.17 waktu Arab Saudi dan pukul 04.36 WIB serta 05.17 WITA di Indonesia. Sebelumnya, peristiwa Bulan di atas Kabah pernah terjadi pada 29 Desember 1974 pukul 00.05 waktu Arab Saudi serta pukul 04.05 WIB dan 05.05 WITA.

Malam Tanpa Bayangan Bulan atau MTBB di Kabah termasuk jarang terjadi, mengingat orbit Bulan yang miring 5,1 derajat terhadap ekliptika. Faktor lainnya adalah sikslus purnama yang terjadi setiap 27,3 hari sekali, sehingga tidak setiap purnama bertepatan dengan saat Bulan berada di atas Kabah.